Saiful menegaskan bahwa perlindungan bukanlah titik akhir. Setelah risiko terjadi, masih ada kehidupan yang harus dilanjutkan. Karena itu, Peka diarahkan untuk membuka kesempatan bagi penerima manfaat dalam mempelajari keterampilan baru, mengembangkan potensi, hingga membangun kembali sumber penghidupan secara mandiri.
Sasar Ahli Waris hingga Pekerja Menjelang Pensiun
Soft Launching Nasional Peka menjadi momentum untuk memperluas semangat pemberdayaan kepada penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di berbagai daerah.
Program tersebut menyasar sejumlah kelompok penerima manfaat, mulai dari ahli waris peserta hingga pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun.
Baca Juga:Saham TINS Punya Katalis Baru? Volume 3Q26 Diprediksi Flat, Dividen 2026 Berpeluang Makin TebalMotor Jarang Dipakai? Jangan Langsung Ditinggal, Ini 5 Cara agar Tetap Prima
Bentuk pemberdayaan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di masing-masing daerah. Kegiatannya dapat berupa peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dan usaha, serta berbagai bentuk pendampingan lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, keterampilan yang dimiliki penerima manfaat diharapkan dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan juga mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, hingga berbagai mitra strategis lainnya.
Saiful menekankan bahwa tujuan Peka bukan sekadar membuat penerima manfaat mengikuti pelatihan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan benar-benar dapat membuka peluang penghasilan dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyadari pentingnya dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam membuka akses serta peluang bagi para penerima manfaat.
50 Penerima Manfaat Ikuti Pelatihan Pembuatan Mie di Tasikmalaya
Semangat pemberdayaan melalui PEKA juga dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tasikmalaya.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya, Dewi Manik Imannury, menyampaikan bahwa pelaksanaan program Peka di Kota Tasikmalaya diikuti sebanyak 50 penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan pembuatan mie. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam mendorong penerima manfaat agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.
Baca Juga:Raih 444 Suara, Tantan Sulthon Bukhawan Pimpin PWI Jabar 2026–2031, Oland Sibarani Ketua DKSIDO Pangkas Target Pendapatan 2026, Destocking Rampung: Akankah Kinerja Pulih di Semester II?
Dewi menjelaskan, perlindungan jaminan sosial tidak seharusnya berhenti setelah manfaat diterima peserta atau ahli waris. Keluarga pekerja yang kehilangan pencari nafkah maupun pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun tetap membutuhkan pendampingan agar dapat melanjutkan kehidupan secara lebih mandiri.
