RADARTASIK.ID – Kepala wasit UEFA, Roberto Rosetti meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam sepak bola Eropa dikembalikan kepada fungsi awalnya.
Menurut pria asal Italia yang bertanggung jawab atas para wasit UEFA tersebut, teknologi VAR seharusnya menjadi alat bantu bagi wasit, bukan mengambil alih keputusan dalam pertandingan.
Rosetti menilai penggunaan VAR dalam beberapa tahun terakhir mulai bergeser terlalu jauh.
Baca Juga:Capello Minta AC Milan Kembalikan DNA ItalianyaJurnalis Italia Minta Cardinale Beli Pemain yang Cocok dengan Taktik Amorim
Jika pada awal penerapannya teknologi tersebut digunakan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan pada insiden yang jelas dan penting, kini VAR justru dianggap terlalu sering mencari kesalahan-kesalahan kecil atau kejadian yang bersifat mikroskopis.
Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Rosetti menegaskan bahwa UEFA sebenarnya sudah menyediakan panduan lengkap mengenai kapan VAR seharusnya digunakan dan kapan wasit harus mempertahankan keputusan di lapangan.
“Di situs resmi kami tersedia semacam perpustakaan untuk menjelaskan kepada semua orang kapan VAR tepat digunakan dan kapan tidak. Semuanya tersedia, mulai dari berbagai kasus, video, pelanggaran handball, penalti, kartu merah hingga kesalahan identitas pemain,” ujar Rosetti.
Menurutnya, materi tersebut mencakup delapan tahun bukti dan contoh kasus yang dapat menjadi referensi bagi pemain, pelatih, komentator, suporter, hingga para perangkat pertandingan.
Panduan tersebut dibuat untuk memberikan petunjuk yang jelas dan akurat kepada para wasit di seluruh Eropa.
Tujuannya adalah menciptakan konsistensi dalam proses pengambilan keputusan di berbagai kompetisi serta membuat penggunaan VAR lebih seragam.
Bagi Rosetti, keberadaan teknologi canggih tersebut tidak boleh membuat wasit kehilangan keberanian untuk mengambil keputusan sendiri.
Baca Juga:Ivan Zazzaroni: Maldini Tak Akan Pergi Jika Conte yang Jadi Pelatih Timnas Italia Aldo Serena Bongkar Masalah Rafael Leao di AC Milan: Tak Cocok dengan Taktik Amorim
Rosetti mengaku sebagai salah satu orang yang menyaksikan perkembangan VAR sejak teknologi tersebut mulai diterapkan dalam sepak bola.
Karena itu, ia berharap penggunaannya kembali seperti konsep awal, yakni hanya digunakan dalam situasi tertentu yang benar-benar membutuhkan pemeriksaan.
“Saya melihat VAR lahir dan saya ingin kita kembali pada penggunaan yang terarah seperti dulu. Sekarang yang terjadi adalah kita mencari hal-hal yang sangat kecil, dan itu tidak baik,” tegas Rosetti.
