Jika setiap insiden kecil harus diperiksa melalui video, pertandingan berpotensi kehilangan ritme.
Selain itu, suporter di stadion maupun penonton di rumah bisa semakin bingung karena keputusan yang sebelumnya terlihat sederhana berubah menjadi proses pemeriksaan panjang.
Rosetti menginginkan keseimbangan antara teknologi dan otoritas manusia. VAR harus membantu wasit menjadi lebih tepat, bukan membuat mereka takut mengambil keputusan.
Baca Juga:Capello Minta AC Milan Kembalikan DNA ItalianyaJurnalis Italia Minta Cardinale Beli Pemain yang Cocok dengan Taktik Amorim
Di akhir pernyataannya, Rosetti memberikan kalimat yang sangat tegas untuk menggambarkan bagaimana sepak bola seharusnya dimainkan.
“Ini sepak bola, bukan PlayStation,” tegasnya.
Kalimat tersebut menjadi pesan kuat dari salah satu pejabat utama UEFA yang mengurusi perangkat pertandingan di Eropa.
Menurut Rosetti, teknologi memang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola modern, tetapi teknologi tidak boleh mengambil alih peran utama manusia.
Bagi UEFA, tantangan ke depan bukan menghilangkan VAR, melainkan memastikan teknologi tersebut digunakan secara tepat.
Wasit harus tetap menjadi figur utama di lapangan, sementara VAR hanya turun tangan ketika memang terdapat kesalahan yang jelas dan signifikan.
Dengan pendekatan tersebut, Rosetti berharap pertandingan dapat berjalan lebih alami, keputusan wasit lebih tegas, dan penggunaan VAR tidak lagi berlebihan.
Sebab, tujuan utama teknologi bukan mencari kesalahan sekecil apa pun, melainkan membantu menciptakan pertandingan yang lebih adil tanpa menghilangkan karakter asli sepak bola.
