Skill Saja Tak Cukup, Siswa SMK Al-Khoeriyah Disiapkan Bermental Tangguh

SMK al-khoeriyah
Siswa SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya antusias mengikuti program WBM yang menghadirkan guru tamu dari praktisi, Senin (21/9/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Memiliki keterampilan sesuai bidang keahlian belum cukup menjadi bekal bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memasuki dunia kerja. Kemampuan beradaptasi, percaya diri, disiplin, serta memiliki attitude dan soft skill turut menentukan kesiapan seseorang ketika berhadapan dengan tuntutan dunia kerja.

Hal itu menjadi salah satu materi yang ditekankan Founder The Human System Composer, Imam Cahyadi SS, saat menjadi guru tamu dalam program Wirausaha, Bekerja, dan Melanjutkan (WBM) di SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya, Senin (21/9/2026).

Menurut Imam, siswa perlu mulai membangun sistem diri sejak masih berada di bangku sekolah. Kebiasaan untuk disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, percaya diri, dan terus belajar menghadapi perubahan perlu dibentuk sebelum mereka benar-benar memasuki lingkungan kerja.

Baca Juga:Sekda Bilang Sederhana, Wali Kota Bilang Beragam!Politik Senyum Arief Arseha!

Ia menilai kemampuan teknis yang diperoleh selama pendidikan belum menjadi jaminan seseorang mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja.

“Lima persen dituntut ilmu, sedangkan 80 persen attitude dan soft skill,” ungkapnya.

Karena itu, persiapan siswa melalui program WBM tidak hanya diarahkan pada pilihan untuk bekerja setelah lulus. SMK Al-Khoeriyah juga membuka tiga jalur yang dapat dipersiapkan siswa sesuai dengan rencana masa depannya, yakni Wirausaha, Bekerja, dan Melanjutkan.

Pada jalur Wirausaha, siswa diarahkan membangun kemandirian dan kemampuan menciptakan peluang. Jalur Bekerja mempersiapkan mereka menghadapi proses rekrutmen sekaligus tuntutan di dunia industri. Sedangkan jalur Melanjutkan mendorong siswa menyiapkan diri untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bagi Imam, pilihan tersebut perlu diikuti dengan kesiapan personal. Siswa tidak cukup hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga perlu membangun karakter dan kemampuan interpersonal yang akan digunakan ketika berhadapan dengan orang lain maupun lingkungan kerja.

“Kunci utama sukses di dunia kerja adalah kemampuan beradaptasi, percaya diri, disiplin, memiliki attitude yang baik, serta terus mengembangkan soft skill,” ujarnya.

Melalui pembekalan tersebut, siswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai tuntutan setelah lulus dari SMK. Mereka tidak hanya dipersiapkan membawa ijazah, tetapi juga memiliki mental yang kuat, keterampilan yang relevan, dan karakter untuk menghadapi pilihan di dunia kerja, dunia usaha, maupun pendidikan lanjutan. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar