Kepala Wasit UEFA Minta Kurangi Penggunaan VAR: “Ini Sepak Bola, Bukan PlayStation”

VAR
Ilustrasi penggunaan VAR di laga Mesir vs Argentina
0 Komentar

Menurutnya, tidak semua kesalahan atau potensi pelanggaran harus diperiksa melalui VAR. Jika sebuah kejadian memang jelas dan signifikan, wasit di lapangan harus mengambil peran utama.

“Jika sebuah insiden bersifat makro, maka harus ada wasit yang mengambil keputusan,” katanya.

Rosetti menilai sepak bola membutuhkan wasit yang lebih akurat, kuat, dan berani. Dengan kualitas tersebut, penggunaan VAR justru bisa dikurangi karena wasit tidak terlalu bergantung kepada ruang video.

Baca Juga:Capello Minta AC Milan Kembalikan DNA ItalianyaJurnalis Italia Minta Cardinale Beli Pemain yang Cocok dengan Taktik Amorim 

“Kita harus kembali ke asal mula intervensi VAR. Kita membutuhkan wasit yang lebih presisi, kuat dan berani sehingga mereka bisa menggunakan VAR lebih sedikit,” ujarnya.

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan Rosetti adalah munculnya kebiasaan wasit menunggu bantuan dari ruang VAR sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, kondisi tersebut berbahaya bagi otoritas wasit di lapangan. Seorang pengadil pertandingan harus memiliki keberanian untuk menentukan keputusan berdasarkan apa yang dilihatnya secara langsung.

“Melihat wasit menunggu VAR bukanlah sesuatu yang baik. Para wasit harus menjadi pengambil keputusan, bukan menunggu keputusan dari ruang VAR,” ujar Rosetti.

Rosetti bahkan menyebut posisi wasit dalam pertandingan sebagai sesuatu yang tidak boleh kehilangan sentralitas.

“Sentralitas wasit itu sakral. Wasit harus menjadi pusat, berani, harus mengambil keputusan dan melihat dengan baik,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa VAR tidak diciptakan untuk menggantikan wasit.

Baca Juga:Ivan Zazzaroni: Maldini Tak Akan Pergi Jika Conte yang Jadi Pelatih Timnas Italia Aldo Serena Bongkar Masalah Rafael Leao di AC Milan: Tak Cocok dengan Taktik Amorim

Teknologi tersebut hanya berfungsi membantu pengadil lapangan ketika terjadi kesalahan yang jelas dan berdampak besar terhadap pertandingan.

Rosetti kemudian menegaskan kembali prinsip yang menurutnya harus selalu menjadi dasar penggunaan teknologi tersebut.

“VAR tidak mengadili atau mengadili ulang pertandingan. VAR adalah sebuah dukungan,” tegasnya.

Dengan kata lain, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit yang memimpin pertandingan.

VAR hanya memberikan informasi tambahan ketika terdapat situasi yang memenuhi kriteria untuk dilakukan pemeriksaan.

Prinsip tersebut sangat penting karena penggunaan VAR yang terlalu sering dapat mengubah karakter pertandingan.

Sepak bola memiliki unsur spontanitas dan keputusan cepat yang menjadi bagian dari daya tarik permainan.

0 Komentar