TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penataan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Lebih dari sepekan setelah sejumlah langkah penataan dilakukan, kondisi kawasan olahraga tersebut masih terlihat relatif sama.
Di awal penataan yang dilakukan, Pemkot menutup jalan Dadaha dan membersihkan trek jogging dari lapak Pedagang Kaki Lima (PKL). Selebihnya, penataan seolah berhenti di situ, tanpa ada perkembangan atau pun tingkat lanjut.
Pantauan Radar Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026), belum ada perubahan progres dalam penataan yang dilakukan. Jalur yang ditutup sesekali tetap diterobos pengendara, relokasi PKL yang diwacanakan pun belum terlihat realisasinya.
Baca Juga:Di Kota Tasikmalaya, Oktober Diprediksi Masih KeringDorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat Kolaborasi
Sebagian pihak masih menunggu langkah dari tim penataan selanjutnya, di antaranya soal keberlanjutan penutupan Jalan Dadaha. Apa tidak akan lagi difungsikan sebagai jalan alias ditutup permanen, atau akan dibuka lagi.
Kondisi lalu lintas di dalam kompleks Dadaha juga tampak belum sepenuhnya tertata. Penutupan jalan utama membuat kendaraan menggunakan sejumlah jalur alternatif atau jalan tikus yang membuat semrawut dan tidak teratur.
Persoalan serupa terlihat pada area parkir. Sejumlah kendaraan masih terparkir di lokasi yang kurang tertata. Bahkan, kendaraan roda empat terkadang terlihat berhenti atau parkir di depan stadion sehingga mengganggu kendaraan lain yang melintas.
Belum lagi soal sikap pemkot terhadap PKL yang melapak di sepanjang trotoar serta bahu jalan. Di sisi lain, PKL yang sebelumnya dilarang secara tegas tidak berjualan di trek jogging, masih menunggu kepastian relokasi.
Kondisi shelter PKL saat ini terlihat lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Namun, hingga kini belum ditempati para PKL karena mekanisme pengelolaan dan kerja sama melalui memorandum of understanding (MoU) belum jelas.
Menengok, di bagian belakang dan pinggir Gedung Creative Center (GGC), sejumlah gerobak milik PKL masih terlihat menumpuk. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses penataan sarana dan perlengkapan PKL masih belum sepenuhnya selesai.
Di tengah ketidakpastian ini, tim penataan seolah vacum atau hiatus. Kondisi ini terjadi berbarengan dengan Asep MP yang Ketua Tim Penataan Dadaha pensiun sebagai ASN.
