Ivan Zazzaroni: Maldini Tak Akan Pergi Jika Conte yang Jadi Pelatih Timnas Italia 

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram@paolomaldini
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Polemik kepergian Paolo Maldini dari Timnas Italia terus menjadi pembahasan.

Setelah Maldini mengungkap alasan dirinya memilih mundur dari posisi direktur teknik Gli Azzurri, kini komentar menarik datang dari jurnalis senior Italia, Ivan Zazzaroni.

Zazzaroni menilai situasi tersebut sebenarnya bisa berakhir berbeda jika Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih Timnas Italia setelah rencana mendatangkan Pep Guardiola gagal.

Baca Juga:Gagal Pinjam Endrick dari Real Madrid, AS Roma Siapkan Rp1 Triliun untuk Boyong Rodrigo Mora Juventus Wajib Korbankan Jonathan David Jika Ingin Datangkan Joshua Zirkzee  

Menurut Zazzaroni, Maldini kemungkinan besar tidak akan meninggalkan proyek tersebut jika sosok yang dipilih untuk menangani Gli Azzurri adalah Conte.

Pernyataan itu disampaikan Zazzaroni dalam editorialnya di Corriere dello Sport ketika mengomentari wawancara Maldini dengan Corriere della Sera.

“Jika setelah Guardiola mengatakan tidak, mereka menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih, yang secara kebetulan hanya dua tahun lebih tua dari Pep dan tidak bisa dianggap sebagai pelatih defensif maupun pecundang, Paolo dan Leonardo kemungkinan masih akan berada di tempatnya,” tulis Zazzaroni.

Komentar tersebut memberikan sudut pandang berbeda terhadap drama yang terjadi di tubuh Timnas Italia.

Sebelumnya, Maldini menjelaskan bahwa dirinya tidak meninggalkan proyek Gli Azzurri karena alasan finansial.

Mantan direktur teknik AC Milan itu menegaskan dirinya tidak memiliki ambisi untuk mempertahankan jabatan apabila tidak diberikan kewenangan yang sesuai dengan tanggung jawab.

Maldini bahkan mengaku tidak terlalu membutuhkan pekerjaan tersebut dari sisi ekonomi.

Baca Juga:AC Milan Siap Jual Rafael Leao, Galatasaray Wajib Siapkan Rp1,2 Triliun Pengganti Dumfries Belum Ditemukan, Inter Kembali Andalkan Benjamin Pavard

Menurutnya, alasan utama menerima sebuah jabatan adalah kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata.

Karena itu, ketika kesepakatan awal mengenai kewenangannya berubah, Maldini memilih tidak melanjutkan proyek tersebut.

Salah satu poin penting yang menjadi sumber masalah adalah kewenangan dalam memilih pelatih.

Maldini mengungkapkan bahwa pada awalnya Giovanni Malagò memberikan ruang kepadanya untuk menentukan pelatih bersama tim kerja yang dibentuknya. Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan pelatih dengan pendekatan teknis dan ofensif.

Beberapa nama yang sempat masuk dalam pertimbangan adalah Andrea Pirlo, Daniele De Rossi dan Fabio Grosso.

Namun, Maldini kemudian mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut berubah.

Karena merasa tanggung jawabnya tidak lagi sejalan dengan kewenangan yang diberikan, ia memilih mundur bahkan sebelum menandatangani kontrak empat tahun yang seharusnya dimulai pada 1 Agustus.

0 Komentar