RADARTASIK.ID – Aleksandar Stankovic baru mendapatkan 15 menit bermain dalam enam pertandingan resmi Inter Milan musim ini.
Situasi tersebut mulai membuka kemungkinan gelandang 21 tahun itu meninggalkan Nerazzurri pada Januari jika menit bermainnya tidak kunjung bertambah.
Dari enam pertandingan resmi Inter sejauh ini, lima di Serie A dan satu di Liga Champions, Stankovic selalu masuk skuad. Tetapi ia hanya dua kali diturunkan.
Baca Juga:Atletico Madrid Ledek Mourinho Usai Derby: Cukup Ganggu Wasit!Allegri Murka di Napoli: Ruang Ganti Memanas, Masa Bulan Madu Telah Berakhir
Pertama, selama tujuh menit ketika menghadapi Monza pada pekan pembuka Serie A. Kemudian, ia kembali dimainkan selama delapan menit saat melawan Udinese.
Totalnya hanya 15 menit.
Situasi Stankovic menjadi semakin menarik jika melihat keputusan Inter pada bursa transfer musim panas.
Nerazzurri disebut menolak berbagai tawaran untuk sang gelandang, baik proposal peminjaman maupun tawaran permanen.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Brentford bahkan siap mengajukan lebih dari €40 juta atau sekitar Rp800 miliar untuk membawanya ke Premier League.
Inter tetap mempertahankan Stankovic.
Keputusan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan klub terhadap pemain yang juga merupakan putra legenda Inter, Dejan Stankovic.
Chivu pun mengenal sang pemain dengan baik sejak menangani tim Primavera Inter. Selama pramusim, pelatih asal Rumania tersebut memberikan Stankovic banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.
Stankovic memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.
Namun, begitu pertandingan kompetitif dimulai, hierarki di lini tengah Inter menjadi semakin jelas.
Baca Juga:Legenda Inter Milan Sindir Fans Juventus: Kami Tak Akan Pernah Membelakangi MazzolaDulu Nyaris Dibuang, Kini Christos Mandas Senjata Andalan Gattuso di Gawang Lazio
Hakan Calhanoglu dan Nicolo Barella menjadi pilihan utama ketika berada dalam kondisi fit. Di sisi lain, Piotr Zielinski dan Curtis Jones bersaing untuk posisi mezzala kiri.
Zielinski juga bisa dimainkan sebagai pengatur permainan dari lini tengah ketika Calhanoglu absen.
Kemudian ada Petar Sucic yang terus menuntut kesempatan bermain, sementara Henrikh Mkhitaryan mendapatkan pengelolaan menit bermain lebih hati-hati, salah satunya karena faktor usia.
Di tengah persaingan tersebut, Stankovic berada di urutan paling belakang.
Secara karakter, ia sebenarnya diproyeksikan sebagai salah satu alternatif Calhanoglu di depan lini pertahanan.
Namun, ketika gelandang Turki itu absen, Chivu justru lebih sering menggunakan Zielinski di posisi tersebut.
