Bahkan Stankovic juga sempat dicoba sebagai mezzala meski hingga kini ia masih menjadi pilihan terakhir Chivu di sektor tengah.
Kondisi tersebut sebenarnya sudah diperkirakan Inter. Kedatangan Curtis Jones bahkan semakin mempersempit peluang Stankovic mendapatkan menit bermain pada awal musim.
Karena itu, menjelang penutupan bursa transfer musim panas, sempat muncul kemungkinan Stankovic meninggalkan Inter demi mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak di klub lain.
Namun, Stankovic memilih bertahan.
Baca Juga:Atletico Madrid Ledek Mourinho Usai Derby: Cukup Ganggu Wasit!Allegri Murka di Napoli: Ruang Ganti Memanas, Masa Bulan Madu Telah Berakhir
Pemain berusia 21 tahun itu, bersama klub, memutuskan setidaknya bertahan di Inter hingga Januari untuk memperjuangkan tempatnya di skuad Chivu.
Jadwal Inter yang semakin padat, dengan kombinasi Serie A dan Liga Champions, sebenarnya bisa membuka peluang bagi Stankovic.
Chivu membutuhkan rotasi untuk menjaga kebugaran seluruh pemain dan mengelola tenaga skuad di tengah jadwal yang semakin berat.
Kesempatan itu bisa menjadi jalan bagi Stankovic untuk mengubah situasinya.
Namun, jika dalam beberapa bulan ke depan menit bermainnya tetap sangat terbatas, pilihan lain kemungkinan kembali terbuka.
Stankovic bisa mempertimbangkan untuk meninggalkan Inter, termasuk melalui skema peminjaman, demi mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
Setelah Inter kembali dari jeda internasional, pengelolaan Stankovic dan masa depannya akan menjadi salah satu persoalan yang menarik untuk diamati.
Inter sudah menolak tawaran lebih dari Rp800 miliar untuknya. Kini, tinggal menunggu apakah Chivu akan memberikan alasan bagi klub untuk terus mempertahankan sang gelandang di Giuseppe Meazza.
