RADARTASIK.ID – Hubungan Massimiliano Allegri dengan ruang ganti Napoli mulai memanas.
Kekalahan dari Fiorentina menjadi pemicu kekecewaan pelatih berusia 59 tahun itu setelah timnya dinilai gagal menjalankan instruksi dan kehilangan kendali atas pertandingan yang sempat berjalan sesuai rencana.
Menurut laporan La Repubblica, Napoli seharusnya mampu mengelola pertandingan dengan lebih baik setelah gol Billy Gilmour memberi mereka keuntungan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
Baca Juga:Legenda Inter Milan Sindir Fans Juventus: Kami Tak Akan Pernah Membelakangi MazzolaDulu Nyaris Dibuang, Kini Christos Mandas Senjata Andalan Gattuso di Gawang Lazio
Terlalu banyak kesalahan, sejumlah kecerobohan, serta kombinasi rasa puas dan kelelahan pada fase akhir pertandingan membuat Allegri geram.
Pelatih asal Livorno itu disebut kecewa karena para pemain tidak memberikan respons seperti yang diharapkannya.
Situasi tersebut menjadi sinyal bahwa pekerjaan Allegri di Napoli mulai memasuki fase yang lebih rumit.
Padahal, pendekatan yang diterapkan Allegri sejak awal musim sebenarnya berbeda dari biasanya.
Selama pramusim, Allegri mencoba pendekatan yang lebih lembut terhadap para pemain senior Napoli.
Ia mengurangi beban persiapan fisik yang terlalu berat sekaligus berusaha menciptakan suasana lebih rileks di dalam maupun luar ruang ganti selama pemusatan latihan di Dimaro dan Castel di Sangro.
Menurut La Repubblica, suasana kerja di Napoli ketika itu sangat positif. Allegri pun percaya pendekatan tersebut bisa membuahkan hasil ketika pertandingan kompetitif dimulai.
Baca Juga:Manchester United Kembali ke Setelan Pabrik, Michael Carrick: Kami Harus Mulai Menang!Atletico Tumbangkan Real Madrid, Simeone Balas Sindiran Mourinho: Tak Semua Hal Bisa Dibenarkan!
Ia merasa telah mendapatkan kepercayaan dari para pemain, celakanya hasil di lapangan justru tidak sepenuhnya mendukung keyakinan tersebut.
Napoli mencatat tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan hanya dua kemenangan. Rangkaian hasil itu membuat Allegri mulai mempertanyakan respons tim terhadap pendekatan yang telah diterapkannya.
Ada kesan bahwa pelatih yang pernah membawa AC Milan meraih Scudetto tersebut merasa upayanya tidak mendapatkan balasan yang diharapkan.
Situasi semakin rumit karena hubungan Allegri dengan Aurelio De Laurentiis.
La Repubblica menyebut Allegri kecewa dengan absennya sang presiden pada sejumlah pertandingan penting Napoli.
Di dalam klub, Allegri disebut sebagai sosok yang memiliki mentalitas korporat dan merasa telah memberikan kontribusi maksimal sepanjang musim panas.
Termasuk ketika bursa transfer berlangsung.
Allegri disebut tidak pernah secara terbuka mengeluhkan kurangnya tambahan pemain.
