Kasus TB Tinggi Menyerang Usia Produktif, Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Tracing Terintegrasi

kasus TB di Kota Tasikmalaya
Kunjungan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus didampingi Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan ke Kelurahan Siaga TB Cilembang RT 03/05, RW 15, Kecamatan Cihideung, Selasa (22/9/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya menekan kasus tuberkulosis (TB) di Kota Tasikmalaya mulai diarahkan pada penguatan tracing berbasis data hingga tingkat keluarga.

Pemeriksaan tidak lagi berhenti pada warga yang terindikasi sakit, tetapi menyasar orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau tracing TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Siaga TB Cilembang RT 03/05, RW 15, Kecamatan Cihideung, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga:HMI Tasikmalaya Punya Nakhoda Baru, Ahmad Riza Hidayat Dorong Rekonsiliasi Pasca-KonfercabDua Medali Internasional Jadi Kado 70 Tahun SMAN 1 Tasikmalaya

Benjamin mengatakan, persoalan TB masih menjadi pekerjaan besar Indonesia. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap penanganan penyakit menular tersebut.

“Indonesia negara nomor dua kasus TBC-nya di dunia. Indonesia nomor dua tertinggi di dunia,” kata Benjamin.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi ironi jika Indonesia ingin terus mendorong diri sebagai negara maju. Karena itu, pemberantasan TB harus dilakukan secara serius dan melibatkan pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Pak Prabowo bilang, masa mau jadi negara maju kasus TBC-nya banyak, kasihan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Benjamin menekankan, pengobatan TB sebenarnya memiliki tingkat keberhasilan tinggi apabila pasien disiplin menjalani pengobatan.

Dia menyebut tingkat kesembuhan pasien TB yang menjalani pengobatan dengan baik bisa mencapai lebih dari 95 persen.

“Yang diobati sembuhnya di atas 95 persen, kecuali yang enggak taat,” katanya.

Baca Juga:Pengusaha Kota Tasikmalaya Masih Bingung Soal SLF, HIPMI Buka-Bukaan Soal iniPolemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Tak Kunjung Usai, Pengurus Lama Bawa Isu Kewenangan ke Pusat

Jawa Barat, lanjut Benjamin, termasuk daerah dengan capaian pengobatan TB yang baik secara nasional, bersama Provinsi Banten.

Namun, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan pencegahan, terutama terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Untuk anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB, pemeriksaan akan dilakukan melalui Cek Kesehatan Gratis.

Pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan rontgen dan pemeriksaan dahak apabila diperlukan.

Bagi kontak erat yang tidak terindikasi sakit, menurut Benjamin, dapat diberikan obat pencegahan. Pengobatan tersebut diminum satu kali dalam sepekan selama 12 kali untuk kontak serumah dengan pasien TB.

“Kalau di rumah kita ada kakak kita sakit, tiap hari makan bareng, itu harus dapat obat pencegahan,” bebernya.

0 Komentar