Di Kota Tasikmalaya, upaya tracing tersebut diperkuat melalui peran Dasawisma yang bergerak langsung dari rumah ke rumah.
Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya Elvira Kamarrow Putri menuturkan, setiap anggota Dasawisma bertanggung jawab melakukan pendataan sekitar 10 hingga 20 kepala keluarga.
Pendataan tidak sekadar mencatat jumlah anggota keluarga. Kondisi rumah, sanitasi, ketersediaan septic tank, air bersih, air minum hingga kondisi kesehatan ikut diperiksa.
Baca Juga:HMI Tasikmalaya Punya Nakhoda Baru, Ahmad Riza Hidayat Dorong Rekonsiliasi Pasca-KonfercabDua Medali Internasional Jadi Kado 70 Tahun SMAN 1 Tasikmalaya
“Peran Dasawisma ini selain untuk pendataan, mereka juga promosi kesehatan, PHBS, dan juga skrining kesehatan,” tutur Elvira.
Data tersebut kemudian dihimpun melalui aplikasi Sikawan PKK yang dapat diakses perangkat daerah di Kota Tasikmalaya.
Elvira menyebut terdapat 4.487 anggota Dasawisma yang melakukan skrining secara door to door. Hingga saat ini, sekitar 508.623 warga atau 66 persen dari sasaran telah terdata dan menjalani skrining.
Data tersebut juga memuat sejumlah indikator kesehatan, mulai dari gejala TB, hipertensi, status imunisasi hingga kondisi gizi balita.
Dari hasil pendataan itu, persoalan kesehatan ternyata tidak berdiri sendiri. Kondisi sanitasi menjadi salah satu catatan penting.
“Rata-rata sanitasinya buruk, sekitar 79 persen belum punya septic tank. Kasus TB-nya tinggi,” tambah Elvira.
Data Sikawan PKK juga memungkinkan Puskesmas memantau warga yang membutuhkan tindak lanjut. Warga yang terduga akan mendapatkan notifikasi untuk ditindaklanjuti petugas kesehatan.
Elvira menyebut terdapat 852 warga yang tercatat dalam proses pengobatan.
Baca Juga:Pengusaha Kota Tasikmalaya Masih Bingung Soal SLF, HIPMI Buka-Bukaan Soal iniPolemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Tak Kunjung Usai, Pengurus Lama Bawa Isu Kewenangan ke Pusat
Dari pemetaan usia, kasus TB disebut paling banyak berada pada kelompok usia 15 hingga 64 tahun.
Kelompok tersebut dinilai memiliki mobilitas dan interaksi sosial tinggi karena berada pada usia produktif.
“Kasus TB itu tertinggi antara usia 15 sampai 64. Penyakit ini menular di saat dia mulai bekerja, dia banyak berinteraksi,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai pintu masuk untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih dini.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan menjadi penting agar masyarakat mengetahui penyakit yang mungkin diderita sebelum berkembang menjadi persoalan lebih serius.
“Cek kesehatan gratis nanti diketahui penyakit Ibu Bapak sadayana. Mudah-mudahan sehat selalu,” ajak Viman.
