TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya memasuki babak baru setelah Ahmad Riza Hidayat terpilih sebagai Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya periode mendatang.
Usai melalui dinamika Konferensi Cabang (Konfercab) XLII yang berlangsung alot, pekerjaan rumah pertama kepemimpinan baru bukan sekadar menyusun program, tetapi merajut kembali soliditas kader.
Ahmad Riza Hidayat dari Komisariat Lafran Siliwangi terpilih setelah meraih 9 dari total 17 suara dalam proses pemilihan. Ia menjadi peraih suara mayoritas dari lima bakal calon ketua umum yang mengikuti kontestasi.
Baca Juga:Dua Medali Internasional Jadi Kado 70 Tahun SMAN 1 TasikmalayaPengusaha Kota Tasikmalaya Masih Bingung Soal SLF, HIPMI Buka-Bukaan Soal ini
Konfercab XLII sendiri telah dimulai sejak Rabu (16/9/2026) di Gedung Dakwah Islamiyah Kota Tasikmalaya. Dinamika panjang dalam ruang persidangan akhirnya mengantarkan Riza sebagai nakhoda baru HMI Cabang Tasikmalaya.
Alih-alih larut dalam euforia kemenangan, Riza langsung menempatkan rekonsiliasi sebagai agenda awal kepemimpinannya. Ia menilai dinamika kontestasi harus segera ditutup dan dikonversi menjadi energi bersama untuk membangun organisasi.
“Kemenangan ini adalah milik seluruh kader HMI Cabang Tasikmalaya. Fokus utama kita ke depan adalah membangun kembali soliditas organisasi melalui rekonsiliasi total pasca-Konfercab. Kita harus segera merajut kembali rajutan silaturahmi yang sempat renggang karena dinamika kontestasi,” ujar Riza, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, kemenangan dalam forum Konfercab bukan garis finis. Justru setelah proses pemilihan selesai, tantangan organisasi yang lebih besar menanti, mulai dari pemetaan kekuatan organisasi hingga penguatan perkaderan di tingkat komisariat.
Riza menyebut pemetaan organisasi atau mapping akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah gerak HMI Cabang Tasikmalaya, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Selain memperkuat internal organisasi, HMI Tasikmalaya juga dituntut lebih adaptif membaca persoalan keumatan dan kebangsaan. Komisariat sebagai basis utama perkaderan pun dinilai perlu mendapat perhatian lebih dalam arah gerak kepengurusan mendatang.
“Narasi pemenangan hari ini adalah momentum titik balik. Perjuangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Ke depan, kita akan memetakan ulang arah gerak dakwah perkaderan agar HMI Tasikmalaya semakin progresif, solutif, dan berdampak nyata bagi masyarakat Tasikmalaya,” katanya.
Baca Juga:Polemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Tak Kunjung Usai, Pengurus Lama Bawa Isu Kewenangan ke PusatKasus Bayi Dibuang di Perum Mutiara Citra Belum Ada Tersangka, Polisi Terkendala Minim Saksi dan CCTV
Dengan demikian, hasil Konfercab tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan. Tantangan berikutnya adalah memastikan 9 suara kemenangan tersebut dapat melebur menjadi energi bersama 17 pemilik suara dan seluruh kader HMI Cabang Tasikmalaya.
