Artinya, menurut pandangan Zazzaroni, persoalan utama bukan sekadar siapa yang melatih Gli Azzurri, tetapi juga bagaimana struktur kerja antara jajaran manajemen dan pelatih dibangun.
Maldini tidak ingin menjadi direktur teknik yang hanya memiliki jabatan formal. Ia ingin memiliki ruang untuk menjalankan tanggung jawabnya.
Karena itu, ketika kesepakatan awal berubah, ia memilih pergi.
Situasi tersebut sekaligus menunjukkan betapa pentingnya keputusan mengenai pelatih dalam proyek Timnas Italia.
Baca Juga:Gagal Pinjam Endrick dari Real Madrid, AS Roma Siapkan Rp1 Triliun untuk Boyong Rodrigo Mora Juventus Wajib Korbankan Jonathan David Jika Ingin Datangkan Joshua Zirkzee
Guardiola menjadi pilihan ideal Maldini karena dianggap mewakili sepak bola teknis dan ofensif.
Ketika Guardiola tidak bersedia, Conte sebenarnya bisa menjadi alternatif dengan karakter berbeda tetapi tetap memiliki kapasitas untuk membangun tim yang kompetitif.
Namun, sejarah akhirnya berjalan berbeda.
Maldini pergi setelah kurang dari 20 hari berada dalam proyek Gli Azzurri dan membuka cerita mengenai pendekatan terhadap Guardiola, sementara Zazzaroni mengungkap kemungkinan lain yang mungkin terjadi seandainya Conte ditunjuk.
Satu hal yang menjadi benang merah dari semua kontroversi ini adalah ambisi untuk mengembalikan Italia ke level tertinggi sepak bola internasional.
Maldini ingin membangun proyek dengan kewenangan yang jelas. Guardiola sempat menjadi target utama, tetapi akhirnya tidak bersedia.
Conte kemudian muncul sebagai sosok yang menurut Zazzaroni mungkin bisa mengubah jalan cerita.
Sayangnya, kesempatan tersebut tidak pernah benar-benar terjadi.
Dan kini, kepergian Maldini justru membuka kembali pertanyaan besar tentang arah masa depan Timnas Italia.
Baca Juga:AC Milan Siap Jual Rafael Leao, Galatasaray Wajib Siapkan Rp1,2 Triliun Pengganti Dumfries Belum Ditemukan, Inter Kembali Andalkan Benjamin Pavard
Apakah Gli Azzurri membutuhkan nama besar di kursi pelatih, atau justru struktur manajemen yang memberikan kewenangan penuh kepada orang-orang yang dipercaya menjalankan proyek tersebut?
