Capello Minta AC Milan Kembalikan DNA Italianya

Fabio Capello
Fabio Capello Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan pelatih AC Milan, Fabio Capello, memberikan pandangannya mengenai proyek baru Rossoneri di bawah arahan Ruben Amorim.

Capello menilai AC Milan masih seperti sebuah proyek yang belum selesai, sementara kompetisi Serie A semakin dekat.

Dalam kolomnya untuk La Gazzetta dello Sport, Capello secara khusus menyoroti kondisi skuad AC Milan, pendekatan taktik Amorim, hingga aktivitas klub di bursa transfer musim panas.

Baca Juga:Jurnalis Italia Minta Cardinale Beli Pemain yang Cocok dengan Taktik Amorim Ivan Zazzaroni: Maldini Tak Akan Pergi Jika Conte yang Jadi Pelatih Timnas Italia 

Menurut Capello, Milan saat ini masih membutuhkan banyak pembenahan dan menggambarkan situasi klub seperti sebuah proyek konstruksi yang belum rampung.

“AC Milan memberi saya kesan seperti proyek yang masih terbuka. Tinggal memasang papan bertuliskan ‘sedang dalam pengerjaan’,” tulis Capello.

Kekhawatiran tersebut semakin besar karena waktu yang tersedia bagi Amorim tidak terlalu panjang.

Kompetisi Serie A sudah berada di depan mata, sedangkan bursa transfer musim panas akan ditutup pada 1 September.

Capello menilai Milan harus bergerak cepat apabila ingin memangkas jarak dengan Inter yang berstatus juara Italia.

“Awal Serie A tinggal sedikit lagi, hanya lebih dari sepuluh hari. Bahkan 1 September sebagai tanggal berakhirnya bursa transfer juga tidak terlalu jauh. Sebaliknya, jarak dengan Inter sebagai juara Italia menurut saya sulit dikejar dalam waktu sesingkat itu,” lanjutnya.

Capello tidak menampik bahwa dirinya mengapresiasi keberanian dan ambisi yang ditunjukkan Ruben Amorim sejak datang ke San Siro.

Baca Juga:Aldo Serena Bongkar Masalah Rafael Leao di AC Milan: Tak Cocok dengan Taktik AmorimGagal Pinjam Endrick dari Real Madrid, AS Roma Siapkan Rp1 Triliun untuk Boyong Rodrigo Mora 

Pelatih asal Portugal tersebut membawa gagasan sepak bola yang menekankan pressing tinggi, permainan ofensif, serta keinginan untuk mendominasi pertandingan.

Namun, bagi Capello, filosofi tersebut tidak otomatis bisa diterapkan begitu saja. Menurutnya, terdapat perbedaan besar antara konsep yang disampaikan pelatih dengan penerapannya di lapangan.

“Untuk Amorim di Milan, semuanya masih baru. Saya menghargai ambisi yang dia tunjukkan kepada dunia Rossoneri. Pelatih Milan tidak boleh bermain datar,” ujar Capello.

“Namun harus jelas bahwa antara filosofi dan praktik terdapat perbedaan yang sangat besar. Pressing tinggi, jiwa menyerang, dan keinginan mendominasi adalah konsep-konsep yang bagus, tetapi semuanya membutuhkan pemain yang sesuai dan berbulan-bulan latihan,” lanjutnya.

0 Komentar