Capello Minta AC Milan Kembalikan DNA Italianya

Fabio Capello
Fabio Capello Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

“Jika dia bertahan, saya akan memperhatikan reaksi San Siro ketika dia pertama kali gagal melakukan sprint,” bebernya.

Pernyataan tersebut menjadi peringatan bagi Leao. Sebagai salah satu pemain paling penting di skuad Milan, ekspektasi terhadap dirinya sangat tinggi. Jika tetap bertahan, Leao dituntut membuktikan komitmennya melalui penampilan di lapangan.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Capello berharap pertemuan berikutnya antara pemilik Milan, Gerry Cardinale, dan Ruben Amorim dapat menghasilkan keputusan yang lebih jelas.

Baca Juga:Jurnalis Italia Minta Cardinale Beli Pemain yang Cocok dengan Taktik Amorim Ivan Zazzaroni: Maldini Tak Akan Pergi Jika Conte yang Jadi Pelatih Timnas Italia 

Ia menekankan pertemuan tersebut harus menjadi momentum untuk merapikan proyek olahraga Milan sekaligus memberikan dorongan terakhir bagi klub di bursa transfer.

“Saya berharap pertemuan berikutnya antara Cardinale dan Amorim bisa memberikan sedikit ketertiban dan dorongan yang tepat untuk aktivitas transfer dalam 20 hari terakhir,” ujar Capello.

Namun, ada satu hal yang menurut Capello jauh lebih penting daripada sekadar mendatangkan pemain baru. Milan harus kembali memiliki identitas Italia.

Capello berharap klub tidak melupakan para pemain muda yang tumbuh dari akademi sendiri dan secara khusus menyebut Francesco Camarda, Comotto, Davide Bartesaghi, dan Lorenzo Torriani sebagai pemain yang seharusnya tetap menjadi bagian dari skuad utama.

“Semuanya harus dilakukan dengan satu konsep yang jelas: Milan harus kembali memiliki jiwa Italia,” tegas Capello.

Karena itu, Capello berharap Camarda, Comotto, Bartesaghi, dan Torriani tetap berada dalam skuad.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Capello tidak hanya meminta Milan memperkuat tim melalui pasar transfer.

Baca Juga:Aldo Serena Bongkar Masalah Rafael Leao di AC Milan: Tak Cocok dengan Taktik AmorimGagal Pinjam Endrick dari Real Madrid, AS Roma Siapkan Rp1 Triliun untuk Boyong Rodrigo Mora 

Menurutnya, pembangunan kembali Rossoneri juga harus berangkat dari identitas klub dan keberanian memberikan ruang kepada pemain muda Italia.

Bagi Milan, tantangannya kini bukan sekadar membuat filosofi Amorim berjalan.

Rossoneri juga harus menemukan keseimbangan antara sepak bola agresif yang dibawa pelatih Portugal tersebut dengan karakter klub yang selama puluhan tahun identik dengan pemain-pemain Italia.

Dengan waktu menuju musim baru yang semakin sempit, Cardinale dan Amorim dituntut segera menentukan arah.

Bursa transfer menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki komposisi skuad, sementara para pemain yang sudah berada di Milan harus mulai memahami tuntutan taktik baru.

0 Komentar