Unsil Kembangkan Potensi Santri untuk Bisnis Digital Syariah

bisnis digital syariah santri
Tim Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya foto bersama santri saat kegiatan PPIBM di SMP Plus Gunung Jembar Kota Tasikmalaya. (istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya melaksanakan Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM) berupa Pelatihan Bisnis Digital Syariah Santripreneur di SMP Plus Gunung Jembar Kota Tasikmalaya dalam Pengembangan Potensi Santri di Era Digital.

Tim Dosen memberikan pendampingan kepada siswa dan siswi Smp Plus Gunung Jembar yang juga menjadi santri di Pondok Pesantren Nurassa’adah Al Asy’ary yang berlokasi di Jalan Gubernur Sewaka, Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Program ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi, yang diketuai oleh Qiny Shonia Az Zahra SE ME dengan anggota Heni Sukmawati SAg MPd, Vivi Indah Bintari SE MM, Tuti Adi Tama SE MSi, Ana Fauziya Diyana, Sakun ME, juga bersama mahasiswa Fahmi Nurfatwa, Salma Nur Fauziyah, dan Husni Ansori.

Baca Juga:Defisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 MiliarKUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?

Waktu pelaksanaannya kegiatan pengadaan pertama dengan Pelatihan Muamalah di Era Digital pada 23 Juli 2026 dan kegiatan kedua ada Workshop Digital Marketing pada 3 Agustus 2026.

Tujuan dengan diadakan Program Pelatihan Bisnis Digital Syariah Santripreneur ini harapannya dapat memeberikan dampak efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan secara bertahap oleh masyarakat yang lebih luas. Secara sosial, program ini berkontribusi pada pematahan siklus kemiskinan struktural yang mengikat sebagian besar keluarga santri.

“Dengan dibekalinya siswa sekaligus santri dengan keterampilan bisnis digital syariah, setiap individu berpotensi menjadi agen perubahan ekonomi dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya, membawa dampak sosial yang jauh lebih luas dari jumlah peserta langsung program,’’ ujar Ketua Pengabdian Masyarakat, Qiny Shonia Az Zahra SE ME kepada Radar Tasikmalaya, Jumat (7/8/2026).

Dalam pengabdian tersebut, untuk rangkaian kegiatan diawali dengan tahap sosialisasi bertujuan membangun pemahaman dan komitmen bersama antara tim pengabdi dan pihak sekolah atau pesantren.

Selanjutnya pada pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur seberapa banyak pengetahuan para siswa dan siswi mengenai bisnis digital syariah, serta melaksanakan pelatihan dengan penyampain materi terkait pelatihan bisnis syariah dalam bentuk workshop edukasi Muamalah di Era Digital yang disampaikan oleh Heni Sukmawati SAg MPd.

0 Komentar