Unsil Kembangkan Potensi Santri untuk Bisnis Digital Syariah

bisnis digital syariah santri
Tim Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya foto bersama santri saat kegiatan PPIBM di SMP Plus Gunung Jembar Kota Tasikmalaya. (istimewa)
0 Komentar

“Sesi ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar bisnis syariah, prinsip muamalah dalam transaksi digital. Metode yang digunakan bersifat interaktif melalui ceramah, diskusi, dan studi kasus yang dekat dengan keseharian siswa di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dilaksanakan juga kegiatan pengabdian kepada Masyarakat berupa Workshop Pemasaran Syariah Berbasis Digital (Digital Marketing). Kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mitra yang belum mengenal cara membuat konten pemasaran sederhana, Mitra belum memahami cara memanfaatkan internet dan media sosial sebagai alat produksi ekonomi, bukan sekadar konsumsi konten semata.

“Sesi ini juga berfokus pada penguatan keterampilan praktis siswa dalam membuat konten pemasaran digital yang menarik, etis, dan sesuai nilai Islam. Siswa dilatih secara langsung untuk memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai alat produksi ekonomi, bukan sekadar konsumsi konten semata,” katanya.

Baca Juga:Defisit APBD Kota Tasikmalaya Membengkak Jadi Rp89,35 MiliarKUA–PPAS 2027 dan Ujian Keberpihakan Anggaran: Apakah Pagu OPD Sudah Mengikuti Prioritas?

Kegiatan tersebut yang dipandu oleh Fauziah Putri Gantika SE MM sebagai narasumber praktisi sekaligus ahli di bidang content creator & affiliate marketing yang juga sebagai Dosen Manajemen di UMTAS. Kebetulan dia memberikan pengalaman yang berharga bagi para siswa dan siswi dalam mengusasi teknik digital marketing.

“Melalui pendekatan partisipatif berbasis proyek, setiap siswa atau kelompok ditargetkan menghasilkan minimal satu konten pemasaran digital sebagai bukti capaian keterampilan,”ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penerapan teknologi sebagai wujud konkret integrasi keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ke dalam praktik bisnis digital nyata. Praktik ini berupa pembuatan konten, foto dan video produk yang menarik, praktik affiliate dan host live, juga promosi produk.

Siswa didampingi untuk menyusun strategi pemasaran digital sederhana berbasis prinsip syariah serta mengoperasikan platform digital, dengan berpartisipasi secara langsung dan produktif dalam penyusunan konten pemasaran berbasis nilai syariah.

Pada tahap ini, tim juga mengembangkan Booklet Muamalah di Era Digital dan Modul Digital Marketing Dasar sebagai sumber belajar mandiri yang mendukung program Ekonomi Digital Dasar Sekolah. Selanjutnya kegiatan akhir melaksanakan pendampingan dan evaluasi, pendampingan dilakukan secara terstruktur setelah pelatihan untuk memastikan siswa mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri.

0 Komentar