TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tasikmalaya mematangkan persiapan misi dagang ke Jerman sebagai upaya memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang investasi asing.
Persiapan tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Tasikmalaya Export and International Partnership Initiative yang dirangkaikan dengan rapat persiapan dan konsolidasi internal di Graha Kadin Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
Kegiatan itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Bea Cukai, perbankan, organisasi perangkat daerah terkait, serta jajaran pengurus Kadin yang terlibat dalam program internasional.
Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga
Ketua Kadin Kabupaten Tasikmalaya, H. Cecep DA Qoyyum, SE MSi mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mematangkan strategi keberangkatan delegasi Kadin Kabupaten Tasikmalaya ke Jerman.
“Ini dalam rangka memperluas jejaring perdagangan internasional, membuka peluang investasi, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di pasar Eropa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Cecep menjelaskan, forum tersebut membahas secara menyeluruh kesiapan delegasi yang akan mengikuti program Partnering in Business with Germany pada 28 September hingga 16 Oktober 2026.
Program tersebut merupakan agenda peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan bisnis internasional, kunjungan ke perusahaan-perusahaan di Jerman, business matching dengan calon mitra usaha, hingga penguatan jejaring bisnis global.
Selain itu, rapat juga mempersiapkan pelaksanaan Stuttgart MoU Mission yang dijadwalkan berlangsung pada 16–22 Oktober 2026.
Dalam misi tersebut, kata Cecep, Kadin Kabupaten Tasikmalaya menargetkan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan IHK Stuttgart (Industrie- und Handelskammer Stuttgart) sebagai bentuk kerja sama resmi di bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan usaha.
Menurutnya, misi dagang ke Jerman bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis untuk membuka akses pasar internasional bagi produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk RencanaSDN Kubangsari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Rusak Berat, Siswa Belajar di Madrasah
“Kami ingin membawa pelaku usaha Tasikmalaya naik kelas. Melalui program ini, UMKM dan industri daerah tidak hanya belajar mengenai standar bisnis internasional, tetapi juga memiliki kesempatan bertemu langsung dengan calon buyer, investor, hingga mitra strategis di Jerman. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.
