Cecep menambahkan, pasar Eropa memiliki standar kualitas yang tinggi. Karena itu, seluruh peserta dan produk yang akan dipromosikan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari kualitas, legalitas, sertifikasi, hingga kapasitas produksi.
Ia menegaskan, target yang ingin dicapai bukan hanya menghadiri agenda internasional, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak pada peningkatan ekspor, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga menjelaskan, keterlibatan Bank Indonesia, Bea Cukai, perbankan, dan dinas teknis menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor yang kuat. Sinergi tersebut mencakup dukungan pembiayaan, fasilitasi perizinan, hingga pendampingan bagi pelaku usaha agar proses ekspor berjalan lebih efektif.
Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga
“Kami membangun kolaborasi lintas sektor karena ekspor tidak bisa dikerjakan sendiri. Seluruh stakeholder harus memiliki visi yang sama agar produk unggulan Tasikmalaya benar-benar mampu menembus pasar internasional secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kadin Kabupaten Tasikmalaya berharap dapat membangun kemitraan bisnis jangka panjang dengan dunia usaha di Jerman. Kerja sama itu diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta masuknya investasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya.
“Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan lintas sektor, misi bisnis ke Jerman diharapkan menjadi tonggak penting bagi Kadin Kabupaten Tasikmalaya dalam memperluas jejaring perdagangan internasional sekaligus mengangkat daya saing produk lokal menuju pasar global,” pungkasnya. (obi)
