SDN Kubangsari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Rusak Berat, Siswa Belajar di Madrasah

sdn kubangsari taraju
Bangunan ruang kelas SDN Kubangsari Taraju Kabupaten Tasikmalaya rusakt berat, Senin 20 Juli 2026. (istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sarana pendidikan di SDN Kubangsari, Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, ternyata tidak hanya terjadi pada kelas jauhnya yang sempat menjadi sorotan.

Kondisi bangunan sekolah induk pun mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian ruang kelas dan kantor guru telah ambruk sehingga tidak lagi dapat digunakan.

Kerusakan tersebut membuat aktivitas belajar mengajar harus dipindahkan ke bangunan madrasah terdekat demi menjaga keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.

Baca Juga:Mantapkan Langkah Menuju Kemenangan, Ini Target PAN Kabupaten TasikmalayaSemangat TMMD ke-129, Menyulap Desa Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya

Kepala SDN Kubangsari, H Relin Dodi Purnama, mengatakan kerusakan bangunan menjadi tantangan besar bagi sekolah. Ia yang baru bertugas sekitar tiga bulan mengaku prihatin melihat kondisi fisik sekolah yang jauh dari standar kelayakan.

“Secara ideal sekolah ini membutuhkan 11 ruang kelas untuk melayani seluruh rombongan belajar. Namun kondisi yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan karena sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Relin menjelaskan, kerusakan paling parah terjadi pada ruang kelas 1 dan kantor guru yang ambruk pada November 2025. Bangunan tersebut merupakan bagian dari gedung yang dibangun melalui program PNM sekitar tahun 2009 dan sebelumnya digunakan sebagai ruang belajar siswa kelas IA dan IB.

Kini bangunan itu hanya menyisakan dinding yang retak dan rapuh sehingga membahayakan apabila tetap digunakan.

Selain itu, ruang kelas 2, 3, dan 4 juga mengalami kerusakan cukup serius. Plafon bangunan telah runtuh, kusen pintu dan jendela banyak yang rusak, sementara kaca jendela pecah sehingga ruang belajar tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa.

Fasilitas penunjang pendidikan pun tidak luput dari kerusakan. Bangunan perpustakaan dan toilet siswa sudah lama tidak difungsikan karena kondisinya yang tidak layak.

Sebelum kerusakan semakin parah, masyarakat setempat sempat bergotong royong memperbaiki bagian atap secara swadaya agar bangunan tidak roboh. Namun perbaikan tersebut hanya bersifat sementara dan belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh.

Baca Juga:Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pemilihan Dewas RSUD KHZ Musthafa Tidak SahKalahkan Dua Pejabat Internal Pemkab, Kurniawan Resmi Dilantik sebagai Sekda Kabupaten Tasikmalaya

Atas pertimbangan keselamatan, pihak sekolah akhirnya memindahkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke madrasah yang berada tidak jauh dari sekolah.

Menurut Relin, pihaknya juga telah mengajukan usulan revitalisasi bangunan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Berkas pengajuan disebut telah masuk dalam sistem, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan pembangunan.

0 Komentar