TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kompetisi sepakbola Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Antar Kecamatan U-40 harus dihentikan sementara setelah salah seorang peserta, Ahid Ali Hasbi, mendadak ambruk saat bertanding di Stadion Wiradadaha, Minggu (20/9/2026).
Alih-alih melanjutkan kompetisi, para peserta yang masih lolos memilih mengubah momentum tersebut menjadi kegiatan yang lebih bernilai kemanusiaan.
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H Wahid mengatakan, keputusan menghentikan turnamen merupakan hasil kesepakatan para perwakilan tim.
Baca Juga:Pantai Cibeureum Tasikmalaya Mulai Berbenah, Jangan Sampai Landmark Tinggal Kenangan KKNUniversitas Mayasari Bakti Cetak Lulusan Profesional yang Adaptif, Yudisium untuk Program Sarjana dan Terapan
Sejak awal, kompetisi tersebut memang dirancang sebagai ajang silaturahmi, bukan semata-mata mengejar gengsi atau prestasi.
“Tujuan awalnya adalah untuk silaturahmi, tidak ada gengsi ataupun prestasi. Maka sementara ada saudara kita yang kena musibah, enggak enak juga kalau kita masih berlanjut,” kata Wahid, Senin (21/9/2026).
Menurut dia, para perwakilan tim yang masih bertanding meminta panitia agar kompetisi tidak dilanjutkan. Aspirasi tersebut kemudian dibahas bersama jajaran panitia dan pengurus PSSI Kota Tasikmalaya.
Hasilnya, PSSI berencana menggelar laga amal atau fun charity sekitar sepekan setelah kejadian, sekaligus memperingati tujuh hari wafatnya Ahid Ali Hasbi.
“Insyaallah mungkin seminggu setelah ini, setelah tujuh harinya kita akan ada laga amal, semacam fun charity, mengumpulkan dana dengan sepak bola, fun game di stadion sekaligus memperingati tujuh hari wafatnya beliau,” ujar Wahid.
Dana yang terkumpul dari laga amal tersebut nantinya akan diserahkan kepada keluarga almarhum.
Wahid menambahkan, PSSI Kota Tasikmalaya juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Santunan tersebut diterima langsung oleh istri Ahid.
Baca Juga:Setahun Kinerja Kepengurusan Dievaluasi, PKS Kota Tasikmalaya Terus Fokus Perkuat Gerakan di MasyarakatSTT Soroti Potongan Maxim hingga 13 Persen, Program Turbo Disebut Bikin Driver Makin Terjepit
Di sisi lain, Wahid yang berada di Stadion Wiradadaha saat kejadian mengaku tidak melihat langsung ketika Ahid terjatuh.
Namun, dari posisinya di tribun, dia melihat Ahid sudah tergeletak di lapangan dalam kondisi berjauhan dari pemain lawan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Ahid baru saja melakukan passing kepada rekannya. Sekitar tiga sampai lima langkah kemudian, ia tiba-tiba terjatuh.
“Kebetulan posisinya tidak jauh dari pinggir lapangan, wasit pun langsung menyuruh tim medis,” terangnya.
Tim medis yang bertugas saat itu berasal dari puskesmas dan dijadwalkan secara bergiliran oleh Dinas Kesehatan.
