Kompetisi Sepakbola Antar Kecamatan di Tasikmalaya Diubah Jadi Laga Amal Usai Peserta Meninggal Dunia

kompetisi sepakbola antar kecamatan Tasikmalaya
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H Wahid saat takziah, Minggu (20/9/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Pada pertandingan tersebut, petugas medis berasal dari Puskesmas Karanganyar, Kecamatan Kawalu.

Karena fungsi tim medis di lapangan sebatas memberikan pertolongan pertama, Ahid kemudian langsung dibawa ke RSUD. Saat dievakuasi dari lapangan, Ahid disebut masih bernapas.

“Masih ada, masih bernapas dan ada official yang mengantar ke RSUD,” tambah Wahid.

Baca Juga:Pantai Cibeureum Tasikmalaya Mulai Berbenah, Jangan Sampai Landmark Tinggal Kenangan KKNUniversitas Mayasari Bakti Cetak Lulusan Profesional yang Adaptif, Yudisium untuk Program Sarjana dan Terapan

Sesampainya di IGD RSUD, Ahid mendapat tindakan medis. Tim medis melakukan berbagai upaya pertolongan selama sekitar setengah jam. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Memang meninggalnya tidak di stadion, tapi di RSUD,” jelasnya.

Wahid juga mengatakan, pihak keluarga kemudian datang ke rumah sakit. Saat ini, terkait penyebab pasti Ahid meninggal dunia, PSSI masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit.

Ia menyebut belum mengetahui apakah korban memiliki riwayat atau gejala kesehatan tertentu. Informasi mengenai kondisi tekanan darah korban juga belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab meninggal dunia.

“Kalau terkait itu belum nanya punya gejala apa. Dari pihak RSUD belum ada keputusan resmi penyebabnya dan belum menerima, lebih fokus penanganan dulu,” tukasnya.

Dengan dihentikannya kompetisi dan rencana laga amal, pertandingan sepakbola yang semula menjadi arena adu kemampuan antarkecamatan itu kini mendapat makna lain.

Bola boleh berhenti bergulir, tetapi semangat persaudaraan justru diupayakan tetap berjalan untuk membantu keluarga yang ditinggalkan. (rezza rizaldi)

0 Komentar