“Dari dinas disampaikan bahwa usulan kami sudah masuk sistem. Namun untuk pelaksanaan perbaikannya belum bisa dipastikan karena masih menunggu ketersediaan anggaran,” katanya.
Kondisi ini menambah daftar persoalan yang dihadapi SDN Kubangsari. Sebelumnya, kelas jauh sekolah tersebut menjadi perhatian publik karena 25 siswa kelas 1 dan kelas 2 masih belajar di sebuah bangunan bekas rumah panggung berukuran sekitar 5 x 4 meter, berdinding bilik bambu, tanpa sekat, dan kerap bocor saat hujan.
Guru, orang tua siswa, dan masyarakat berharap pemerintah daerah segera merealisasikan revitalisasi SDN Kubangsari. Mereka menilai anak-anak di wilayah pelosok Taraju memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak guna mendukung proses belajar mengajar. (yfi)
