RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia, Andrea Longoni, melontarkan kritik tajam terhadap situasi bursa transfer AC Milan.
Menurutnya, salah satu penyebab utama lambatnya aktivitas Rossoneri di sisa jendela transfer musim panas adalah rumitnya proses penjualan Rafael Leao.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Longoni menilai saga transfer Leao justru menjadi penghambat bagi Milan untuk menyelesaikan sejumlah target pemain baru yang diinginkan pelatih Rubén Amorim.
Baca Juga:Pippo Inzaghi Minta Palermo Beli 2 Pemain: Vavassori dan Barba Jadi PrioritasIntip Peluang AC Milan Rekrut Franco Mastantuono: Real Madrid Tak Ingin Rossoneri Punya Opsi Beli
Ia menyebut awal bursa transfer Milan sebenarnya berjalan sangat meyakinkan. Rossoneri sukses mendatangkan dua pemain berkualitas dengan nilai transfer besar, yakni Gonçalo Ramos dan Mario Gila.
“Awal bursa transfer Milan sangat menjanjikan, dengan beberapa operasi besar, termasuk dari sisi finansial. Gonçalo Ramos direkrut dengan nilai sekitar 75 hingga 80 juta euro, kemudian disusul Mario Gila dengan nilai 30 juta euro,” tulis Longoni.
Namun setelah dua transfer besar tersebut, aktivitas Milan praktis melambat. Selain merekrut Diawara sebagai pelapis skuad, belum ada lagi pembelian besar yang berhasil diselesaikan.
Menurut Longoni, perkembangan bursa transfer Milan setelah itu tidak lagi sebaik awal musim panas.
Longoni menilai masalah utama yang kini dihadapi Milan bukan pada proses membeli pemain, melainkan melepas para pemain yang sudah tidak masuk dalam rencana tim.
Ia bahkan menyinggung adanya kekosongan dalam struktur manajemen Rossoneri setelah sejumlah perubahan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, sebuah klub besar membutuhkan direktur yang tidak hanya piawai mendatangkan pemain, tetapi juga mampu menjual pemain dengan harga yang menguntungkan.
Baca Juga:UEFA Tuding FIFA Ingin Memperkaya Dirinya Sendiri: Sepak Bola Jadi Ladang BisnisIbrahimovic Akui Level Sepakbola Italia di Bawah Inggris dan Spanyol: Mereka Seperti Kapal yang Tenggelam
“Milan mengalami kesulitan, sama seperti beberapa klub lain, karena sulit menjual pemain. Dalam hal ini terlihat adanya kekosongan di level manajemen. Direktur yang hebat adalah mereka yang mampu menjual pemain dengan baik,” bebernya.
Longoni menambahkan, Milan saat ini dinilai kehilangan figur berpengalaman yang memiliki jaringan luas di bursa transfer.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan keberadaan Igli Tare pada musim lalu, sosok yang dianggap memiliki relasi kuat dengan banyak klub dan agen sehingga lebih mudah menyelesaikan proses negosiasi, termasuk melepas pemain yang tidak lagi dibutuhkan.
