Di antara seluruh pemain Milan, Longoni menilai Rafael Leao menjadi contoh paling nyata dari rumitnya situasi transfer Rossoneri.
Menurutnya, penyerang asal Portugal itu ikut menciptakan situasi sulit melalui berbagai pernyataannya yang mengisyaratkan keinginan meninggalkan San Siro.
Longoni bahkan menyebut sikap Leao sebagai bentuk ketidakberterimaan terhadap dukungan yang selama ini diberikan Milan.
Baca Juga:Pippo Inzaghi Minta Palermo Beli 2 Pemain: Vavassori dan Barba Jadi PrioritasIntip Peluang AC Milan Rekrut Franco Mastantuono: Real Madrid Tak Ingin Rossoneri Punya Opsi Beli
“Leao telah ikut menciptakan masalah ini melalui pernyataan-pernyataan soal perpisahan yang dinilai tidak menunjukkan rasa terima kasih kepada klub,” sindirnya.
Akibat kondisi tersebut, klub-klub yang tertarik merekrut Leao kini mengetahui bahwa Milan berada dalam posisi yang membutuhkan penjualan.
Situasi itu membuat para peminat berusaha menekan harga dan mendikte syarat transfer, sehingga posisi tawar Rossoneri menjadi jauh lebih lemah.
Tak hanya persoalan harga transfer, Longoni juga menyoroti besarnya tuntutan finansial dari pihak Leao.
Menurutnya, permintaan gaji yang tinggi membuat negosiasi semakin rumit.
Ia bahkan menilai muncul sebuah ironi apabila transfer Leao benar-benar terwujud.
“Paradoksnya, jika transfer ini akhirnya terjadi, pemain bisa memperoleh keuntungan finansial lebih besar dibandingkan Milan. Padahal klub selama ini selalu mendukungnya, termasuk ketika membantu menyelesaikan persoalan denda dengan Sporting CP,” kecam Longoni.
Sebagaimana diketahui, beberapa tahun lalu Milan membantu Leao menyelesaikan persoalan pembayaran kompensasi kepada Sporting CP setelah sengketa hukum yang sempat berlangsung cukup lama.
Baca Juga:UEFA Tuding FIFA Ingin Memperkaya Dirinya Sendiri: Sepak Bola Jadi Ladang BisnisIbrahimovic Akui Level Sepakbola Italia di Bawah Inggris dan Spanyol: Mereka Seperti Kapal yang Tenggelam
Longoni memperkirakan aktivitas transfer Milan baru akan kembali bergerak pada pekan-pekan terakhir menjelang penutupan bursa transfer.
Artinya, Rubén Amorim berpotensi memulai kompetisi Serie A tanpa skuad yang benar-benar lengkap.
Masih adanya pemain yang belum berhasil dijual membuat Milan kesulitan membuka ruang anggaran untuk mendatangkan wajah-wajah baru sesuai kebutuhan tim.
Akibatnya, Amorim kemungkinan harus memaksimalkan pemain yang sebelumnya justru masuk daftar jual pada awal bursa transfer.
“Masih ada sekitar satu bulan hingga bursa transfer ditutup. Kesan yang muncul adalah Milan kembali akan menyelesaikan sebagian besar aktivitas transfernya pada akhir Agustus,” tulis Longoni.
“Dengan kondisi itu, ketika Serie A dimulai, Amorim kemungkinan belum memiliki skuad yang lengkap dan masih harus menghadapi sejumlah kekurangan. Ia akan dipaksa memanfaatkan pemain yang sebelumnya, sejak Juni, sebenarnya diproyeksikan untuk hengkang,” tutupnya.
