RADARTASIK.ID – Hubungan antara UEFA dan FIFA kembali memanas. Kali ini, Konfederasi Sepak Bola Eropa secara terbuka menuding FIFA lebih mementingkan kepentingan bisnisnya sendiri dibandingkan masa depan sepak bola dunia.
Perselisihan tersebut muncul setelah FIFA dikabarkan menyiapkan perubahan besar dalam model bisnis dan pendanaan organisasinya.
Federasi sepak bola dunia itu berencana membentuk perusahaan komersial baru yang akan mengelola berbagai aset bisnis FIFA, kemudian menjual sebagian sahamnya kepada investor swasta.
Baca Juga:Randal Kolo Muani Selangkah Lagi Kembali ke Juventus: PSG Tetapkan Syarat Wajib Beli Sebesar Rp760 Miliar Inter Siapkan Perpanjangan Kontrak untuk Pio Esposito: Gaji Naik Hampir Tiga Kali Lipat
Menurut laporan Financial Times, nilai perusahaan baru tersebut diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS.
Untuk mewujudkan rencana itu, FIFA telah menunjuk bank investasi asal Amerika Serikat, JPMorgan, sebagai penasihat keuangan yang akan mengawal proses transaksi.
Dalam skema tersebut, FIFA berencana melepas sekitar 20 persen saham perusahaan kepada investor eksternal.
Langkah ini diperkirakan mampu menghasilkan dana segar senilai beberapa miliar dolar AS, yang nantinya akan digunakan untuk memperluas aktivitas bisnis sekaligus memanfaatkan lonjakan pendapatan setelah kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia.
Rencana tersebut diyakini akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah tata kelola keuangan FIFA. Namun, tidak semua pihak menyambutnya dengan positif.
UEFA Menolak Keras
UEFA menjadi organisasi pertama yang secara terbuka mengkritik rencana tersebut.
Dalam pernyataan resminya, konfederasi sepak bola Eropa mengungkapkan telah mengetahui adanya tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada seluruh federasi nasional untuk mendukung proyek tersebut.
Baca Juga:Mundur dari Timnas Italia, Roy Keane Tuding Paolo Maldini dan Leonardo Kekanak-kanakan Jurnalis Italia Kecewa dengan Pengunduran Diri Paolo Maldini: Ia Terlalu Kaku dalam Bekerja
Menurut UEFA, FIFA mengirim surat kepada seluruh asosiasi anggota dan memberikan batas waktu hingga 19 September untuk menyatakan dukungan terhadap pembentukan perusahaan komersial yang membuka kepemilikan bagi investor swasta.
Sebagai imbalannya, setiap federasi yang mendukung proposal itu disebut akan menerima pembayaran satu kali sebesar 40 juta dolar AS.
UEFA menilai cara tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap federasi anggota.
“Kami mengetahui adanya tenggat waktu yang ditetapkan FIFA kepada federasi-federasi nasional untuk mendukung proposal tersebut, dengan ancaman pencabutan tawaran pembayaran satu kali apabila mereka tidak memberikan persetujuan. Hal itu sudah menjelaskan segalanya mengenai rencana ini,” demikian bunyi pernyataan UEFA.
UEFA mengungkapkan bahwa mereka telah berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di dunia sepak bola, mulai dari federasi, klub, liga, hingga pihak lain yang terlibat langsung dalam industri olahraga tersebut.
