Jurnalis Italia Kecewa dengan Pengunduran Diri Paolo Maldini: Ia Terlalu Kaku dalam Bekerja

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram@paolomaldini
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Pengunduran diri Paolo Maldini dari proyek pembaruan Tim Nasional Italia terus menuai reaksi di Negeri Pizza.

Kali ini, jurnalis senior Italia Luca Calamai mengaku sangat kecewa dengan keputusan legenda AC Milan tersebut, terutama karena situasi sepak bola Italia sedang membutuhkan kepemimpinan yang kuat.

Dalam kolom editorialnya di Tuttomercatoweb, Calamai menyebut Maldini melakukan serangkaian kesalahan dalam proses pencarian pelatih baru Timnas Italia.

Baca Juga:Openda Jadi Korban Cuci Gudang JuventusBeppe Riso Ingin Temui Manajemen Inter Milan, Frattesi Buka Peluang Hijrah ke Liga Inggris

Menurutnya, mantan kapten AC Milan itu gagal membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak sehingga akhirnya memilih mundur dari jabatannya.

“Saya sangat kecewa dengan Paolo Maldini. Dalam beberapa hari saja, dia melakukan begitu banyak kesalahan,” tulis Calamai.

Calamai menilai kesalahan pertama Maldini adalah terlalu cepat mengungkapkan kepada publik keinginannya menunjuk Pep Guardiola sebagai pelatih Timnas Italia, padahal belum ada kesepakatan resmi dengan pelatih asal Spanyol tersebut.

Menurutnya, langkah itu justru memunculkan ekspektasi tinggi di kalangan suporter Italia yang pada akhirnya berujung kekecewaan ketika Guardiola dipastikan tidak bergabung.

Kesalahan berikutnya, kata Calamai, adalah pengakuan Maldini bahwa dirinya sempat menghubungi Carlo Ancelotti yang masih terikat kontrak sebagai pelatih Timnas Brasil.

Bagi Calamai, tindakan tersebut merupakan kekeliruan dari sisi etika karena menyangkut pelatih yang masih aktif menangani negara lain.

Selain itu, ia juga menyoroti kegagalan Maldini menemukan jalan tengah dalam menentukan sosok pelatih baru setelah muncul perbedaan pandangan mengenai Andrea Pirlo dan Thiago Motta.

Baca Juga:Juventus Ngebut Datangkan Joshua Zirkzee, Ini Syarat yang Diminta Manchester UnitedGasperini Inginkan Abde Ezzalzouli, Real Betis Minta AS Roma Bayar Rp1,2 Triliun

Menurut Calamai, fleksibilitas menjadi hal penting dalam memimpin organisasi sebesar Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

“Maldini terlalu kaku dalam bekerja. Dia ingin mengendalikan semuanya, bahkan sampai 101 persen. Itu mustahil dalam organisasi yang memiliki struktur kepemimpinan,” bebernya.

Meski melontarkan kritik, Calamai mengakui situasi yang dihadapi Maldini memang tidak mudah.

Federasi berada dalam tekanan besar setelah kegagalan mencari sosok pelatih yang dianggap tepat untuk mengembalikan kejayaan Gli Azzurri.

Pengunduran diri Maldini pun dinilai memperumit situasi dan membuat federasi harus bergerak cepat mencari solusi agar persiapan Timnas Italia tidak terganggu.

0 Komentar