Pada akhirnya, FIGC memutuskan kembali menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih kepala.
Keputusan itu juga memicu perdebatan karena Mancini sebelumnya meninggalkan Italia untuk menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi.
Calamai sendiri mengaku tidak sepakat dengan penunjukan tersebut. Ia menilai keputusan Mancini meninggalkan Italia demi kontrak bernilai besar di Arab Saudi merupakan sebuah pengkhianatan yang tidak mudah dilupakan.
Baca Juga:Openda Jadi Korban Cuci Gudang JuventusBeppe Riso Ingin Temui Manajemen Inter Milan, Frattesi Buka Peluang Hijrah ke Liga Inggris
Meski demikian, ia berharap Mancini mampu membawa Italia kembali ke jalur yang benar, mengamankan tiket ke Piala Dunia, dan memperbaiki performa Gli Azzurri di ajang UEFA Nations League.
Di sisi lain, Calamai justru menyambut positif penunjukan Claudio Ranieri dalam struktur baru federasi.
Menurutnya, pelatih senior itu memiliki pengalaman dan kebijaksanaan yang dibutuhkan untuk membangun proyek jangka panjang, khususnya dalam pembinaan pemain muda.
Bagi Calamai, sepak bola Italia membutuhkan perubahan menyeluruh, bukan hanya pergantian pelatih tim nasional.
Reformasi harus dimulai dari pembinaan usia muda hingga pengelolaan federasi agar Italia kembali menjadi salah satu kekuatan utama di sepak bola dunia.
Karena itu, mundurnya Paolo Maldini dianggap sebagai kehilangan besar sekaligus kegagalan proyek yang semula diharapkan mampu membawa angin segar bagi masa depan Timnas Italia.
Kini, publik Italia berharap struktur baru federasi dapat segera meredam polemik dan mengembalikan fokus kepada prestasi di lapangan.
