UEFA Tuding FIFA Ingin Memperkaya Dirinya Sendiri: Sepak Bola Jadi Ladang Bisnis

UEFA
Ilustrasi logo UEFA  Foto: Tangkapan layar X 
0 Komentar

Hasil pembicaraan itu, menurut UEFA, menunjukkan adanya penolakan yang semakin besar terhadap proposal FIFA.

“Setelah berdiskusi dengan banyak pihak di dunia sepak bola, UEFA mengetahui bahwa terdapat penolakan yang kuat dan terus meningkat terhadap rencana FIFA,” lanjut pernyataan tersebut.

Bahkan, UEFA melontarkan kritik yang sangat keras dengan menuding FIFA memanfaatkan sepak bola demi memperkaya organisasinya sendiri beserta pihak-pihak yang dekat dengannya.

Baca Juga:Randal Kolo Muani Selangkah Lagi Kembali ke Juventus: PSG Tetapkan Syarat Wajib Beli Sebesar Rp760 Miliar Inter Siapkan Perpanjangan Kontrak untuk Pio Esposito: Gaji Naik Hampir Tiga Kali Lipat

“FIFA tidak bisa terus menggunakan olahraga ini untuk memperkaya dirinya sendiri dan teman-temannya,” sindirnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu kritik paling tajam yang pernah dilontarkan UEFA terhadap FIFA dalam beberapa tahun terakhir.

UEFA menegaskan bahwa pengembangan sepak bola seharusnya dilakukan dengan mengutamakan kepentingan seluruh ekosistem olahraga, bukan semata-mata mengejar keuntungan finansial.

Menurut konfederasi yang dipimpin Aleksander Ceferin itu, dana dan kebijakan FIFA semestinya lebih difokuskan untuk memperkuat federasi nasional, klub, liga domestik, para pemain, hingga suporter yang menjadi fondasi utama perkembangan sepak bola dunia.

“Kita bisa mengembangkan sepak bola dengan cara yang benar. Sudah saatnya memberikan prioritas kepada federasi, klub, liga, pemain, dan para penggemar,” tutup pernyataan UEFA.

Perdebatan mengenai proyek komersial FIFA diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Jika mayoritas federasi nasional memberikan dukungan, FIFA berpeluang menjalankan salah satu transformasi bisnis terbesar dalam sejarah organisasi tersebut.

Baca Juga:Mundur dari Timnas Italia, Roy Keane Tuding Paolo Maldini dan Leonardo Kekanak-kanakan Jurnalis Italia Kecewa dengan Pengunduran Diri Paolo Maldini: Ia Terlalu Kaku dalam Bekerja

Namun, penolakan terbuka dari UEFA berpotensi memicu ketegangan baru antara dua lembaga paling berpengaruh di dunia sepak bola.

0 Komentar