63 Mahasiswa STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya Tasikmalaya Siap Kembangkan Ekonomi Desa

Stie latifah mubarokiyah suryalaya
 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Latifah Mubarokiyah Suryalaya Tasikmalaya resmi dibekali untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun Akademik 2025/2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 63 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Latifah Mubarokiyah Suryalaya Tasikmalaya resmi mendapatkan pembekalan sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun Akademik 2025/2026.

Melalui program bertema “Optimalisasi Potensi Lokal dalam Mendorong Ekonomi Kreatif Perdesaan”, mahasiswa didorong menggali potensi desa, memperkuat pemberdayaan UMKM, serta menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat selama masa pengabdian pada 1–31 Agustus 2026.

Pembekalan berlangsung dalam Diklat KKNT di Kampus STIE Latifah Mubarokiyah, Rabu (29/7/2026), sebagai persiapan sebelum mahasiswa diterjunkan ke enam desa di tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

“Program tahun ini diikuti 63 mahasiswa, terdiri atas 58 peserta KKN Mandiri STIE Latifah Mubarokiyah dan lima mahasiswa peserta KKNT LLDIKTI,” ujar Ketua Pelaksana KKNT, Endang Syarif, S.HI., M.M saat dikonfirmasi Radar.

Endang menjelaskan, selama satu bulan pelaksanaan KKN, mahasiswa dibagi ke dalam enam kelompok. Dua kelompok ditempatkan di Kecamatan Pagerageung, yakni Desa Sukamaju dan Desa Sukapada.

Dua kelompok lainnya bertugas di Kecamatan Ciawi, masing-masing di Desa Citamba dan Desa Bugel. Sementara dua kelompok terakhir melaksanakan pengabdian di Kecamatan Jamanis, tepatnya di Desa Bojonggaok dan Desa Sindangraja.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa.

Selain menjadi ajang untuk mempromosikan almamater STIE Latifah Mubarokiyah, hal terpenting dalam KKN ini adalah bagaimana mahasiswa belajar membangun kolaborasi nyata di lapangan.

“Kami berharap adanya kerja sama dan sinergitas yang maksimal antar peserta maupun dengan masyarakat setempat,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIE Latifah Mubarokiyah, Dr R Hozin Abdul Fatah, SE., MP menegaskan bahwa KKNT merupakan implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk RencanaSDN Kubangsari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Rusak Berat, Siswa Belajar di Madrasah

“Mahasiswa dituntut mampu mengidentifikasi potensi lokal sekaligus menghadirkan gagasan yang dapat mendorong perkembangan ekonomi dan sosial di desa,” ucapnya.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang, Hozin juga meminta mahasiswa berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dengan tetap membawa nilai-nilai khas Pondok Pesantren Suryalaya.

0 Komentar