Dari Hari Jadi Menuju Hari Depan: Mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang Maju dan Sejahtera

hut tasikmalaya
Usman Kusmana, Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Tasikmalaya
0 Komentar

Pada 26 Juli 2026, Kabupaten Tasikmalaya memperingati hari jadinya yang ke-394. Pemerintah daerah mengusung tema “Nyorang Mangsa, Tasik Raharja”, yang menggambarkan semangat untuk terus bertumbuh, bergerak bersama, dan mengoptimalkan potensi daerah menuju masyarakat yang makmur serta sejahtera.

Peringatan hari jadi tentu patut dirayakan dengan rasa syukur dan kebanggaan. Namun, perayaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, panggung hiburan, pemasangan spanduk, ataupun romantisme sejarah. Hari jadi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi kritis: sudah sejauh mana pembangunan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan ke arah mana Kabupaten Tasikmalaya akan dibawa pada masa mendatang?

Usia 394 tahun merupakan usia yang sangat matang. Karena itu, ukuran keberhasilan Kabupaten Tasikmalaya tidak lagi cukup dilihat dari banyaknya pembangunan fisik, besarnya anggaran yang dibelanjakan, atau banyaknya program yang dilaksanakan. Keberhasilan pembangunan harus dilihat dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat: apakah keluarga miskin semakin berkurang, anak-anak memperoleh pendidikan berkualitas, masyarakat mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, petani menikmati nilai tambah, generasi muda memperoleh pekerjaan yang layak, dan desa-desa tumbuh sebagai pusat ekonomi baru.

Kemajuan Harus Berarti Peningkatan Kualitas Hidup

Baca Juga:Sulalatul Huda dan Sebelas Penjaga Amanah!Sejarah Singkat Kabupaten Tasikmalaya

Dalam perspektif pembangunan modern, kemajuan suatu daerah bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Pembangunan pada hakikatnya merupakan proses memperluas kemampuan masyarakat untuk menjalani kehidupan yang sehat, berpendidikan, produktif, aman, dan bermartabat.

Artinya, pembangunan harus berorientasi pada manusia. Jalan dan jembatan memang penting, tetapi manfaat akhirnya harus terlihat dalam berkurangnya biaya transportasi petani. Gedung sekolah penting, tetapi yang lebih penting adalah meningkatnya kualitas pembelajaran. Puskesmas harus tersedia, tetapi pelayanan kesehatan juga harus mudah dijangkau, berkualitas, dan tidak diskriminatif.

Data menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya masih menghadapi pekerjaan besar. Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 10,15 persen, atau sekitar 185,99 ribu jiwa. Angka tersebut memang turun dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi masih lebih tinggi daripada tingkat kemiskinan Jawa Barat yang sebesar 7,02 persen.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Tasikmalaya pada 2025 berada pada angka 70,76. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat masih harus menjadi prioritas utama.

0 Komentar