Dari Hari Jadi Menuju Hari Depan: Mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang Maju dan Sejahtera

hut tasikmalaya
Usman Kusmana, Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Tasikmalaya
0 Komentar

Pada sektor kesehatan, pendekatan promotif dan preventif perlu diperkuat. Pembangunan kesehatan tidak cukup menunggu masyarakat datang dalam keadaan sakit. Pemerintah harus aktif memperbaiki sanitasi, air bersih, gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pola hidup masyarakat.

Pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat dalam satu tahun anggaran, tetapi menentukan daya saing Kabupaten Tasikmalaya selama puluhan tahun.

Kedua, Membangun Ekonomi Berbasis Nilai Tambah

Kabupaten Tasikmalaya memiliki modal ekonomi yang besar dalam sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, pariwisata, perdagangan, kerajinan, dan ekonomi kreatif. Namun, potensi sumber daya alam tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan.

Baca Juga:Sulalatul Huda dan Sebelas Penjaga Amanah!Sejarah Singkat Kabupaten Tasikmalaya

Persoalan utama yang sering dihadapi daerah berbasis pertanian adalah rendahnya nilai tambah. Petani menjual produk dalam bentuk bahan mentah, sementara pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan keuntungan yang lebih besar dinikmati pihak lain.

Karena itu, strategi ekonomi Kabupaten Tasikmalaya harus diarahkan pada hilirisasi berbasis potensi lokal. Hasil pertanian tidak cukup dijual sebagai komoditas mentah, tetapi perlu diolah menjadi produk pangan, minuman, kosmetik, kerajinan, atau produk industri lainnya.

Pemerintah daerah dapat membangun klaster ekonomi berdasarkan keunggulan setiap wilayah. Satu kecamatan tidak harus mengembangkan semua jenis usaha. Setiap kawasan perlu memiliki spesialisasi, jaringan produksi, pusat pengolahan, sistem logistik, akses pembiayaan, dan pasar yang jelas.

UMKM juga tidak cukup dibantu melalui pelatihan seremonial. Mereka membutuhkan akses permodalan, standardisasi produk, sertifikasi, desain kemasan, teknologi produksi, pemasaran digital, dan kepastian pasar. Belanja pemerintah daerah sedapat mungkin diarahkan untuk menyerap produk lokal yang memenuhi standar.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pemilik modal besar, tetapi mengalir kepada petani, nelayan, pekerja, perempuan, pemuda, pelaku UMKM, dan masyarakat desa.

Ketiga, Menjadikan Desa sebagai Pusat Pertumbuhan

Kabupaten Tasikmalaya memiliki karakter perdesaan yang kuat. Oleh sebab itu, kemajuan daerah tidak mungkin dicapai apabila desa hanya diposisikan sebagai penerima program dan bantuan.

Desa harus menjadi subjek pembangunan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pemerintah desa perlu diperkuat dalam kemampuan perencanaan, pengelolaan data, pengembangan potensi lokal, dan pelayanan publik.

0 Komentar