TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada tiga kursi yang belum bertuan di Balai Kota Tasikmalaya. Kursi itu bukan kursi biasa. Bukan pula kursi yang bisa dibiarkan kosong terlalu lama.
Satu kursi berada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Satu lagi di Dinas Sosial. Satu lainnya di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).
Tiga kursi itu sudah cukup lama menunggu penghuni definitif. Kini tanda-tanda penantian itu akan segera berakhir.
Baca Juga:Bertahan Hidup Tanpa Bawang Merah!Dari Tasikmalaya untuk 2029, Laskar Gerindra yang Tak Akan Berhenti Bergerak!
Nama-nama calon pengisinya mulai beredar. Dari warung kopi hingga grup WhatsApp birokrasi. Dari ruang rapat hingga lorong-lorong kantor pemerintahan.
Bahkan sebagian sudah mulai dihitung peluangnya. Siapa yang paling dekat dengan kursi itu? Tidak ada yang benar-benar tahu. Yang pasti, prosesnya sudah berjalan.
Kepala BKPSDM Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara, mengonfirmasi bahwa pengisian jabatan tersebut sedang ditempuh melalui mekanisme manajemen talenta.
Sebuah sistem yang kini menjadi jalan baru dalam pengisian jabatan tinggi di pemerintahan. Bukan lagi sekadar siapa yang dekat. Bukan pula siapa yang paling sering terlihat. Setidaknya di atas kertas.
Melalui sistem itu, sejumlah nama mulai menguat. Ada Budi Martanova yang kini menjabat Wakil Direktur Umum RSUD dr Soekardjo. Ada Boedi Santoso, Camat Tawang yang dikenal cukup lama bergelut di pemerintahan wilayah.
Ada Ahmad Suparman dari Bapenda. Ada Suryaningsih dari Dinas Kesehatan. Ada Nanang Suhara dari Disporabudpar. Ada Hildat Darojat dari Inspektorat. Ada Iman Budiman dari Bapelitbangda. Dan ada Gatot Setyobudi, Camat Tamansari.
Mereka memiliki satu kesamaan. Sama-sama sudah cukup lama berada di ruang mesin birokrasi. Sudah merasakan panasnya pelayanan publik. Sudah memahami bagaimana sebuah kebijakan diterjemahkan menjadi pekerjaan sehari-hari.
Baca Juga:Ibu-Ibu Mulai Bernegosisasi Bawang Merah di Dapur!Ketika Tasikmalaya Akan Menjadi Kota Vespa Selama Dua Hari!
Namun birokrasi bukan pertandingan lari 100 meter. Tidak selalu yang paling cepat yang menang. Kadang yang paling tepat.
Kadang yang paling dibutuhkan organisasi saat itu.
Karena itu menarik melihat arah kebutuhan tiga OPD tersebut. BPBD membutuhkan sosok yang kuat dalam koordinasi. Orang yang mampu bergerak cepat saat bencana datang tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu.
