TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Komedian Sule menjalani proses syuting video layanan masyarakat di Kota Tasikmalaya, Kamis (30/7/2026).
Beragam tema diangkat, mulai dari sosialisasi anti korupsi hingga pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menariknya, seluruh produksi melibatkan pelajar dan seniman lokal, sementara pendanaannya dipastikan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Juga:Defisit Anggaran Dekati Rp200 Miliar, DPR RI Minta Pemkot Tasikmalaya Bongkar Ulang APBD 2026Edukasi Gizi Lewat Demo Masak Cegah Stunting, Poltekkes Tasikmalaya Dorong Keluarga Manfaatkan Pangan Lokal
Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya dan Kantor Inspektorat.
Kru produksi dipercayakan kepada siswa SMK Al Ihsan Kota Tasikmalaya, sedangkan para pemain berasal dari Sanggar Cermin, LSMI HMI Tasikmalaya, siswa SMAN 2 Tasikmalaya, hingga anak-anak binaan komunitas seni.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra mengatakan, kehadiran Sule bukan sekadar membuat konten, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi hukum yang dikemas lebih menarik agar mudah diterima masyarakat.
“Sebetulnya kegiatan di sini lebih kepada pembuatan sosialisasi hukum supaya penyampaian tentang korupsi dan KDRT bisa dikemas dalam bentuk gambar bergerak,” ujar Diky kepada Radar.
“Kedua, memberikan ruang kepada anak-anak SMK, pelajar, masyarakat sanggar bahkan anak kecil supaya mereka berani beradu akting dengan seniornya, yaitu Sule,” sambungnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia produksi kreatif bersama figur nasional.
Diky juga menegaskan seluruh kegiatan berlangsung tanpa membebani keuangan daerah.
Pendanaan berasal dari dukungan pribadi sejumlah pihak, termasuk Anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia serta para dermawan.
Baca Juga:Tambal Sulam Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Dimulai, Semoga AwetOJK Tasikmalaya Bentengi Guru dari Pinjol Ilegal dan Judi Online Lewat Program GENIUS
“Alhamdulillah Sule mau meluangkan waktu datang ke Kota Tasikmalaya. Agendanya banyak, mulai dari membantu syuting hingga membuat vlog. Semua non APBD. Alhamdulillah dibantu Bu Lola anggota DPR RI secara pribadi serta para aghnia,” katanya.
Ia menambahkan, konsep tersebut sengaja dipilih sebagai contoh bahwa kolaborasi kreatif tetap dapat diwujudkan tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah.
“Insyaallah tidak pakai APBD. Kita ingin mencoba memberikan contoh kedisiplinan dan menunjukkan bahwa kita bisa berbuat dengan segala kondisi yang ada,” ucapnya.
Diky mengakui pemerintah daerah sebenarnya dapat menjadikan kegiatan serupa sebagai program resmi. Namun menurutnya, saat ini masih banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak untuk dibiayai APBD.
