CIAMIS, RADARTASIK.ID – Rendahnya literasi keuangan masih menjadi celah yang dimanfaatkan berbagai praktik keuangan ilegal, mulai dari pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong hingga judi online.
Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memilih memperkuat benteng pertahanan dari lingkungan sekolah dengan membekali para guru dan kepala sekolah melalui Program GENIUS (Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah).
Sebanyak sekitar 250 kepala sekolah dan tenaga pendidik jenjang SD hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Ciamis mengikuti program tersebut, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga:Kualitas Pembiayaan Jadi Motor Laba BTPN Syariah, Pembiayaan Tumbuh 9 PersenGerakan Pangan Murah di Tamansari Tasikmalaya Jawab Tantangan Harga! Kolaborasi DPR RI, DPD RI dan Pemkot
Kegiatan menjadi bagian dari dukungan terhadap program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Program itu dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Shohibul Imam, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah XIII, serta pimpinan bank bjb Cabang Ciamis.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati mengatakan, sekolah merupakan tempat paling strategis untuk membangun karakter finansial generasi muda.
Karena itu, guru dan kepala sekolah diposisikan sebagai agen perubahan yang akan menularkan kebiasaan mengelola keuangan secara sehat.
“Program GENIUS merupakan wujud komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui jalur pendidikan. Kami meyakini membangun karakter finansial generasi muda harus dimulai sejak usia dini. Peran kepala sekolah dan tenaga pendidik sangat strategis sebagai agen perubahan yang mampu membentuk budaya pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurut Nofa, satu guru tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga dapat menjadi penjaga gawang agar peserta didik tidak mudah terjebak jebakan keuangan digital.
Di tengah derasnya arus teknologi, literasi keuangan dinilai harus bergerak lebih cepat daripada modus penipuan yang terus bermunculan.
Baca Juga:Cibangbay Cup 2026 Jadi Panggung Tarkam Talenta Lokal, 23 Tim Berebut Piala Ketua PSSI Kota TasikmalayaKapolres Tasikmalaya Kota Resmi Berganti, ini Pesan Kapolda Jabar
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, perencanaan keuangan keluarga, penyusunan dana darurat, perlindungan keuangan hingga persiapan masa pensiun.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan mengenali berbagai bentuk kejahatan keuangan, seperti pinjol ilegal, investasi ilegal, penipuan digital, hingga judi online.
