JAKARTA, RADARTASIK.ID – Kualitas pembiayaan yang tetap sehat menjadi penopang utama kinerja PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) sepanjang semester pertama 2026.
Di tengah upaya memperluas pembiayaan ke berbagai segmen, bank syariah yang fokus melayani masyarakat ultra mikro itu mampu mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 9 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan tersebut turut mengerek kinerja keuangan perseroan. Hingga akhir Juni 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar.
Baca Juga:Gerakan Pangan Murah di Tamansari Tasikmalaya Jawab Tantangan Harga! Kolaborasi DPR RI, DPD RI dan PemkotCibangbay Cup 2026 Jadi Panggung Tarkam Talenta Lokal, 23 Tim Berebut Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya
Sementara total aset mencapai Rp23 triliun atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp11 triliun.
Kinerja itu dibarengi rasio keuangan yang tetap kuat, dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 58,7 persen.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan, kualitas pembiayaan tidak hanya menjadi indikator kesehatan bisnis perusahaan, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya kapasitas nasabah dalam mengelola usahanya.
Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan secara konsisten kepada masyarakat ultra mikro selama 12 tahun terakhir.
Pendampingan tersebut difokuskan pada pembentukan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
“Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ujar Fachmy dalam siaran persnya, Rabu (29/7/2026).
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat sekaligus memperluas inisiatif baru bagi nasabah,” sambungnya.
Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Kota Resmi Berganti, ini Pesan Kapolda JabarSi Kece Badai! Jawaban Dinkes Kota Tasikmalaya Benahi Budaya Kerja ASN, Pelayanan Tak Cukup Sekadar Cepat
Ia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan bukan hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membangun daya tahan usaha nasabah agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Pendekatan itu dinilai menjadi pembeda yang menjaga kualitas pembiayaan tetap terkontrol ketika ekspansi bisnis terus dilakukan.
Selain mempertahankan fokus pada segmen ultra mikro, BTPN Syariah juga mulai membuka ruang pertumbuhan baru melalui pengembangan pembiayaan nonkomunitas.
Segmen tersebut mencakup pinjaman individu maupun pembiayaan kepada lembaga nonkeuangan.
Strategi diversifikasi itu menjadi langkah jangka panjang perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas sumber pertumbuhan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
