Si Kece Badai! Jawaban Dinkes Kota Tasikmalaya Benahi Budaya Kerja ASN, Pelayanan Tak Cukup Sekadar Cepat

si Kece Badai Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih saat memberikan pengarahan kepada para pegawai puskesmas, Selasa (28/7/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya menyiapkan inovasi si Kece Badai (Sikap Kerja Cerdas, Bageur, Akuntabel dan berIntegritas) sebagai langkah membenahi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN).

Program ini lahir setelah evaluasi internal menemukan masih adanya tantangan dalam kualitas pelayanan, mulai dari kedisiplinan, keramahan petugas, hingga ketepatan pelaporan kinerja.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan inovasi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan upaya membangun karakter ASN agar pelayanan kesehatan semakin profesional dan berorientasi kepada masyarakat.

Baca Juga:Terapi Musik di Yayasan Mentari Hati Buktikan Sobat Jiwa Tasikmalaya Tak Kehilangan Nada KehidupanBrimob Masuk Madrasah di Tasikmalaya, Bentengi Pelajar dari Bullying hingga Jerat Media Sosial

“Si Kece Badai merupakan penguatan budaya kerja ASN dengan empat nilai utama, yakni cerdas, bageur, akuntabel, dan berintegritas. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan kepercayaan publik terus meningkat,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Menurut dia, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat variasi tingkat kedisiplinan antarunit kerja, pelayanan yang belum sepenuhnya ramah dan empatik, keterlambatan pelaporan, hingga perlunya penguatan integritas dalam pengelolaan program kesehatan.

Kondisi itu menjadi alarm yang tidak bisa diabaikan jika ingin mewujudkan pelayanan publik yang prima.

Karena itu, melalui si Kece Badai, Dinkes akan menerapkan pembiasaan perilaku kerja setiap hari, sistem penilaian sikap pegawai, pemberian penghargaan bagi pegawai berprestasi, serta pembinaan berkelanjutan bagi unit kerja yang masih memerlukan penguatan.

Suryaningsih menjelaskan, nilai Cerdas mendorong ASN bekerja efektif dan inovatif.

Bageur mengedepankan keramahan serta nilai-nilai humanis khas budaya Sunda.

Akuntabel menekankan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, sedangkan Berintegritas mengharuskan setiap pegawai konsisten, jujur, dan memegang teguh etika profesi.

Program tersebut juga akan melibatkan Duta Kece Badai di setiap bidang dan UPTD, dilengkapi evaluasi berkala melalui penilaian atasan, rekan sejawat, hingga penilaian mandiri.

Hasilnya akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian perilaku kerja pegawai.

Baca Juga:Hari Anak Nasional di Tasikmalaya, Komunitas Sahabat Sejalan Sentil Negara soal Nasib Anak TerlantarKibar Budaya Situ Beet Ingatkan Nasib Kerajinan Bambu Kota Tasikmalaya yang Kian Terdesak Bahan Baku

Dinkes menargetkan sedikitnya 80 persen pegawai memperoleh predikat sikap kerja baik, meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), serta terbentuknya budaya kerja yang lebih humanis dan profesional di seluruh unit pelayanan kesehatan.

Sebab, pelayanan kesehatan, pada akhirnya, tidak hanya diukur dari cepatnya tindakan, tetapi juga dari sikap petugas saat melayani masyarakat.

0 Komentar