TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peringatan Hari Anak Nasional tak hanya diisi seremoni. Komunitas Sahabat Sejalan justru menjadikannya momentum untuk menyuarakan persoalan masih banyaknya anak terlantar yang dinilai belum memperoleh hak dasar sebagaimana amanat konstitusi.
Melalui kegiatan bakti sosial di Yayasan Yamuti, Kota Tasikmalaya, dan Panti Asuhan Tabaraq, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026), komunitas tersebut berbagi sembako, bermain bersama anak-anak, hingga menggelar berbagai permainan dan doorprize sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Lukmanul Hakim, menilai kondisi anak-anak yang hidup dalam keterbatasan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.
Baca Juga:Kibar Budaya Situ Beet Ingatkan Nasib Kerajinan Bambu Kota Tasikmalaya yang Kian Terdesak Bahan BakuPerisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya Bidik 1.000 Anggota Baru, ini Alasannya
Padahal, Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah mengamanatkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
“Pada kenyataannya tidak seperti itu. Masih banyak anak yang berjuang mendapatkan asupan gizi yang layak, masih banyak hak mereka yang belum terpenuhi,” ujar Lukmanul, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, bakti sosial tersebut merupakan ikhtiar sederhana untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus membangun kepedulian di tengah masyarakat.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menciptakan kedekatan emosional melalui permainan, belajar bersama, hingga berbincang dengan anak-anak panti.
“Harapannya mereka bukan hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan kebersamaan dan perhatian yang mungkin akan terus mereka ingat,” katanya.
Perwakilan Komunitas Sahabat Sejalan, Nisrina, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian para anggota komunitas terhadap anak-anak di panti asuhan.
Bahkan, pelaksanaan bakti sosial itu menjadi nazar yang ia niatkan saat merayakan ulang tahunnya.
Baca Juga:Asep Ramdan Terpilih Aklamasi Pimpin GP Ansor Bungursari, Usung Semangat Satu Barisan Satu PengabdianHoaks Gerus Akhlak Digital, GMNU Kota Tasikmalaya Serukan Generasi Muda Tak Jadi Korban Opini Sesat
“Semoga kegiatan ini bisa sedikit membantu adik-adik di sini dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan meliputi pembagian sembako, bermain bersama anak-anak, hingga kuis berhadiah untuk menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.
Sementara itu, Ketua Komunitas Sahabat Sejalan, Jausan, menegaskan nilai utama kegiatan tersebut bukan terletak pada besarnya bantuan yang diberikan, melainkan ketulusan dalam berbagi.
“Kami percaya nilai sebuah pemberian tidak diukur dari besar atau kecilnya, tetapi dari ketulusan hati yang menyertainya. Satu senyuman atau satu uluran tangan bisa menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
