RADARTASIK.ID – Pio Esposito menutup pesta Italia di Timsah Arena dengan cara yang istimewa.
Penyerang muda Gli Azzurri itu mencetak gol keempat saat Italia menghajar Turki 4-1 dalam lanjutan Nations League.
Yang membuat malam tersebut semakin spesial, Pio tampil sejak menit pertama bersama kakaknya, Sebastiano Esposito.
Baca Juga:Italia Hajar Turki 4-1, Sabatini: Kami Seperti Tim Juara Piala DuniaDaftar 20 Pemain Italia dengan Gaji Tertinggi: Verratti Dibayar Rp600 Miliar, Dimarco Masuk 10 Besar
Momen itu bukan sekadar kemenangan bagi Italia. Untuk keluarga Esposito, pertandingan tersebut menjadi sejarah tersendiri.
Setelah kekalahan dari Belgia pada pertandingan pertama, Italia tampil dengan wajah berbeda.
Tim asuhan Roberto Mancini mengontrol pertandingan sejak awal dan membuka keunggulan melalui Alessandro Bastoni sebelum laga berjalan 10 menit.
Davide Frattesi kemudian menggandakan keunggulan, sebelum Kayode mencetak gol pertamanya untuk Gli Azzurri dalam laga debutnya.
Italia sudah unggul 3-0 sebelum pertandingan memasuki setengah jam.
Pada babak kedua, Pio Esposito melengkapi kemenangan Italia menjadi 4-1.
Kemenangan tersebut membuat Italia meraih tiga poin pertamanya dan menyamai perolehan Belgia, yang kalah 0-1 dari Prancis.
Namun, perhatian terbesar tertuju kepada dua bersaudara Esposito.
Mereka menjadi pasangan kakak-adik terbaru yang tampil bersama tim nasional Italia setelah Filippo dan Simone Inzaghi melakukannya pada 2000.
Media Calciomercato memberikan nilai 7,5 kepada Pio Esposito, sekaligus menjadikannya salah satu pemain yang paling menonjol dalam kemenangan Italia.
Baca Juga:Eranio Sarankan Amorim Sederhanakan Peran Luka Modric: Dia Tak Cocok Bermain dengan Dua GelandangGianni Rivera: Saya Tak Lagi Mengikuti AC Milan Sejak Dibeli Orang Amerika
Pio tidak hanya dinilai penting ketika berada di depan gawang. Ia juga memberikan kontribusi besar ketika Italia harus bertahan menghadapi tekanan Turki.
Dalam penilaian Calciomercato, Pio sangat berharga dalam membantu fase pertahanan dan mempertahankan penguasaan bola ketika Turki melakukan tekanan.
Namun, kualitasnya paling terlihat ketika berada di sekitar kotak penalti.
Pio mampu bekerja sama dengan sangat baik bersama sang kakak, Sebastiano. Tetapi koneksi yang paling menarik justru terbangun bersama Giacomo Raspadori.
Ketiganya beberapa kali melakukan kombinasi umpan pendek yang membuat serangan Italia menjadi lebih cair.
Kolaborasi tersebut bahkan ikut berperan dalam terciptanya gol Frattesi dan Kayode.
Pio memberikan assist untuk gol Kayode yang membawa Italia semakin menjauh dari Turki.
Ia kemudian menyempurnakan penampilannya dengan mencetak gol melalui sundulan terbang setelah memanfaatkan bola yang membentur tiang hasil tendangan Tonali.
