RADARTASIK.ID – Italia bangkit dengan cara yang meyakinkan. Setelah dipermalukan Belgia pada laga pembuka Nations League, Gli Azzurri langsung menunjukkan wajah berbeda ketika bertandang ke Timsah Arena, Bursa.
Italia menghajar Turki 4-1 dalam pertandingan yang sejak awal berada di bawah kendali tim asuhan Roberto Mancini.
Kemenangan ini sekaligus menjadi respons keras Italia setelah kekalahan 0-2 dari Belgia.
Baca Juga:Daftar 20 Pemain Italia dengan Gaji Tertinggi: Verratti Dibayar Rp600 Miliar, Dimarco Masuk 10 BesarEranio Sarankan Amorim Sederhanakan Peran Luka Modric: Dia Tak Cocok Bermain dengan Dua Gelandang
Perubahan komposisi pemain membuat permainan Gli Azzurri terlihat jauh lebih hidup, agresif, dan percaya diri.
Alessandro Bastoni membuka keunggulan Italia sebelum pertandingan memasuki menit ke-10. Gol tersebut menjadi titik awal kebangkitan Gli Azzurri setelah sebelumnya mendapat banyak kritik.
Italia kemudian semakin menjauh sebelum turun minum. Davide Frattesi mencetak gol kedua, sebelum Kayode menambah keunggulan menjadi 3-0.
Keunggulan telak tersebut membuat Italia tampil semakin nyaman. Turki kesulitan menemukan cara untuk mengimbangi permainan Gli Azzurri.
Di babak kedua, Italia kembali mencetak gol sehingga kemenangan 4-1 menjadi milik tim tamu.
Selain kemenangan, pertandingan tersebut juga menghadirkan catatan menarik karena dua bersaudara, Sebastiano dan Pio Esposito, tampil bersama untuk Italia.
Mereka menjadi pasangan saudara terbaru yang bermain bersama Gli Azzurri sejak Filippo dan Simone Inzaghi pada tahun 2000.
Baca Juga:Gianni Rivera: Saya Tak Lagi Mengikuti AC Milan Sejak Dibeli Orang AmerikaLautaro Martinez Setuju Gabung Barcelona, Syaratnya Tak Ada Konflik dengan Inter
Di sisi lain, kekalahan tersebut membuat Vincenzo Montella berada dalam tekanan. Turki masih tanpa poin setelah menjalani dua pertandingan pertama di Grup 1.
Italia kini mengoleksi tiga poin dan mulai menghidupkan kembali persaingan di grup tersebut.
Perubahan permainan Italia membuat jurnalis Italia Sandro Sabatini memberikan pujian besar.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini bahkan menyebut Gli Azzurri tampil seperti Spanyol yang menjadi juara dunia.
“Sepertinya kami adalah Spanyol, padahal kami adalah Italia. Tetapi bukan Italia yang dihajar Belgia tiga hari lalu. Tidak. Justru sebaliknya. Ini adalah tim nasional yang berbeda, dengan pemain berbeda, permainan yang berbeda, dan semangat yang berbeda,” tulis Sabatini.
Menurutnya, pada babak pertama Italia bahkan tampil seperti Spanyol ketika menjadi juara dunia.
“Pada babak pertama, kami memang terlihat seperti Spanyol yang menjadi juara dunia, bukan Italia yang telah melewati tiga generasi televisi hanya dengan duduk di ruang keluarga sambil menonton Piala Dunia,” lanjutnya.
