Italia Hajar Turki 4-1, Sabatini: Kami Seperti Tim Juara Piala Dunia

Selebrasi pemain Italia saat menghajar Turki 4-1
Selebrasi pemain Italia saat menghajar Turki 4-1  Foto: Tangkapan layar Instagram@azzurri 
0 Komentar

Sabatini mengakui perubahan drastis Italia dari pertandingan melawan Belgia ke Turki sulit dijelaskan jika hanya melihat hasil akhirnya.

Namun, ia melihat ada beberapa alasan yang membuat Gli Azzurri mampu berubah begitu cepat.

Salah satunya adalah perbedaan kualitas lawan. Tetapi faktor yang paling penting, menurut Sabatini, adalah keputusan Mancini dalam memilih pemain.

Baca Juga:Daftar 20 Pemain Italia dengan Gaji Tertinggi: Verratti Dibayar Rp600 Miliar, Dimarco Masuk 10 BesarEranio Sarankan Amorim Sederhanakan Peran Luka Modric: Dia Tak Cocok Bermain dengan Dua Gelandang

Kayode dan Bastoni di lini belakang, Fagioli serta Frattesi di lini tengah, kemudian Sebastiano Esposito dan Raspadori di lini depan memberikan dimensi baru bagi permainan Italia.

“Perubahan itu memberikan sesuatu yang baru kepada Italia: teknik, kepribadian, dan ketahanan sampai akhir,” tulis Sabatini.

Ia pun menilai pujian layak diberikan kepada seluruh pemain setelah sebelumnya mereka mendapat kritik tajam usai kekalahan dari Belgia.

Sandro Tonali juga mendapat sorotan khusus.

Menurut Sabatini, gelandang Italia itu berhasil menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah melewati periode sulit.

“Di lini tengah, Tonali mendapatkan kembali martabat yang hilang dengan bermain serius di depan pertahanan,” tulisnya.

Namun, pujian terbesar Sabatini diarahkan kepada Nicolo Fagioli.

Ia menilai Fagioli tampil dengan kualitas yang berada di atas pemain-pemain lainnya.

“Fagioli adalah penguasa lini tengah tanpa tandingan. Sulit dipercaya bagaimana dan mengapa dia selama ini diremehkan dan bahkan belum pernah dimainkan,” tulis Sabatini.

Baca Juga:Gianni Rivera: Saya Tak Lagi Mengikuti AC Milan Sejak Dibeli Orang AmerikaLautaro Martinez Setuju Gabung Barcelona, Syaratnya Tak Ada Konflik dengan Inter

Fagioli memang menjadi salah satu pemain yang memberikan warna berbeda bagi permainan Italia. Ia mampu membantu membangun serangan sekaligus menjaga sirkulasi bola tetap berjalan.

Sementara itu, Frattesi melengkapi trio lini tengah dengan pergerakan agresifnya.

Gol kedua Italia menjadi bukti insting Frattesi dalam mencari ruang. Ia juga terus melakukan penetrasi tanpa bola yang membuat lini pertahanan Turki kerepotan.

Sabatini juga memberikan apresiasi kepada Giacomo Raspadori.

Menurutnya, sang penyerang memainkan salah satu pertandingan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir.

“Raspadori memainkan pertandingan terbaiknya dalam tiga tahun terakhir. Bahkan, dia tidak membuat nomor 10 yang dikenakannya terlihat terlalu berat,” tulis Sabatini.

Pujian tersebut sekaligus menjadi sindiran terhadap situasi Raspadori dalam beberapa tahun terakhir.

0 Komentar