RADARTASIK.ID – Lautaro Martinez ternyata sempat membuka peluang untuk meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu.
Namun, ada satu syarat yang diajukan kapten Nerazzurri tersebut. Lautaro hanya bersedia pindah jika perpisahannya dengan Inter berlangsung secara baik-baik.
Kisah ini bermula ketika Barcelona memasukkan nama Lautaro dalam daftar target mereka.
Baca Juga:Ronaldo Duduk Manis di Bangku Cadangan, Portugal Kalahkan Norwegia 2-1Sandro Tonali: Italia Tak Lagi Punya Pemain Bintang yang Bisa Ubah Pertandingan dalam 10 Detik
Direktur Olahraga Barcelona Deco dan pelatih Hansi Flick disebut menyukai karakter penyerang Argentina tersebut.
Meski demikian, Lautaro bukan prioritas utama. Barcelona tetap menempatkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid sebagai target utama untuk posisi penyerang.
Sebelum melakukan pendekatan serius kepada Inter, Barcelona terlebih dahulu ingin mengetahui apakah Lautaro bersedia meninggalkan Italia.
Menurut laporan Sport, Deco kemudian ditugaskan untuk menghubungi pihak Lautaro dan mengetahui sikap sang pemain.
Respons yang didapat cukup positif.
Lautaro disebut terbuka terhadap kemungkinan bergabung dengan Barcelona. Ia bahkan tertarik dengan gagasan bermain untuk klub Catalan tersebut.
Namun, sang kapten Inter memiliki satu syarat penting.
Lautaro tidak ingin memaksakan kepindahan. Jika transfer terjadi, ia ingin proses tersebut berlangsung secara bersahabat dan melalui kesepakatan yang baik dengan Inter.
Di sinilah masalah mulai muncul karena Inter langsung menutup pintu.
Ketika Barcelona mulai mencari jalan untuk mewujudkan transfer, Inter ternyata sudah memiliki sikap yang sangat jelas.
Klub tidak berniat menjual Lautaro.
Baca Juga:Manchester City Siap Korbankan Ruben Dias Demi Alessandro BastoniVan Bommel Bongkar Cara Belgia Hancurkan Italia di Olimpico: Kuncinya adalah Menyerang
Kapten sekaligus pemimpin lini depan Nerazzurri tersebut merupakan bagian penting dari proyek teknis Cristian Chivu.
Inter juga tidak berada dalam posisi yang mengharuskan mereka melepas pemain Argentina itu demi mendapatkan pemasukan.
Menurut Sport, terjadi kontak langsung antara Presiden Inter Beppe Marotta dan Presiden Barcelona Joan Laporta pada musim panas.
Dalam pembicaraan tersebut, Inter menyampaikan posisi mereka: tidak ada tawaran untuk Lautaro yang akan diterima.
Keputusan tersebut praktis membuat Barcelona kesulitan melangkah lebih jauh.
Sebab, meski Lautaro membuka pintu untuk pindah, transfer tetap membutuhkan kesepakatan dengan klub yang memiliki kontraknya.
Barcelona akhirnya tidak mampu menemukan jalan keluar yang sesuai dengan syarat Lautaro.
