Sang pemain memang tertarik dengan proyek Barcelona, tetapi tidak ingin meninggalkan Inter melalui konflik atau dengan memaksakan transfer.
Di sisi lain, Inter tidak memiliki keinginan untuk melepas kapten mereka.
Ditambah keterbatasan ruang finansial Barcelona, negosiasi tersebut akhirnya tidak pernah berkembang menjadi kesepakatan konkret.
Baca Juga:Ronaldo Duduk Manis di Bangku Cadangan, Portugal Kalahkan Norwegia 2-1Sandro Tonali: Italia Tak Lagi Punya Pemain Bintang yang Bisa Ubah Pertandingan dalam 10 Detik
Lautaro pun memilih bertahan di Inter dan tetap menjadi salah satu pusat proyek Nerazzurri.
Setelah peluang mendapatkan Lautaro tertutup, Barcelona kemudian mengalihkan perhatian kepada target lain.
Klub Catalan memilih Gabriel Jesus sebagai alternatif dengan kondisi transfer dan finansial yang dinilai lebih memungkinkan.
Penyerang asal Brasil itu menerima persyaratan ekonomi yang ditawarkan Barcelona dan kemudian menjadi pilihan nomor 9 dalam skuad asuhan Flick.
Dengan demikian, Lautaro sebenarnya sempat membuka pintu untuk Barcelona. Namun, pintu tersebut hanya bisa dilewati jika Inter memberikan restu.
Karena Inter memilih mempertahankan sang kapten, transfer akhirnya tidak pernah terwujud. Lautaro tetap di Giuseppe Meazza, sedangkan Barcelona melanjutkan proyek mereka bersama Gabriel Jesus.
