RADARTASIK.ID – Gianni Rivera, legenda sekaligus mantan kapten AC Milan mengaku sudah tidak lagi mengikuti perkembangan klub seperti dulu sejak kepemilikan asal Amerika Serikat mengambil alih.
Rivera menyampaikan hal tersebut saat menjadi tamu Milan Club Diavoli Etruschi di Sala Regia, Comune di Viterbo.
Dalam wawancara dengan MilanNews, legenda Milan itu berbicara terbuka mengenai kondisi klub yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Baca Juga:Ronaldo Duduk Manis di Bangku Cadangan, Portugal Kalahkan Norwegia 2-1Sandro Tonali: Italia Tak Lagi Punya Pemain Bintang yang Bisa Ubah Pertandingan dalam 10 Detik
“Saya tidak lagi mengikuti Milan seperti dulu sejak orang-orang Amerika datang. Saya mengkhawatirkan kebaikan Milan dan melihat bahwa semuanya tidak berjalan seperti dahulu. Saya kesulitan untuk mengikutinya,” ujar Rivera.
Rivera bahkan mengaku kecewa karena tidak dilibatkan dalam sebuah perayaan penting klub.
“Mereka merayakan sebuah tanggal penting dan lupa mengundang saya, karena mereka tidak mengenal sepak bola,” katanya.
Milan berada dalam era berbeda sejak diakuisisi RedBird pada 2022 dengan nilai sekitar €1,2 miliar.
Di bawah kepemilikan baru, klub mengalami perubahan besar dalam struktur pengelolaan dan strategi olahraga.
Pendekatan berbasis data menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan, sementara kepergian Paolo Maldini dari jajaran manajemen menjadi salah satu perubahan paling mencolok.
Dari sisi prestasi, Milan sempat mencapai semifinal Liga Champions dan meraih trofi domestik pada 2025. Rossoneri juga pernah finis sebagai runner-up Serie A pada 2024.
Baca Juga:Manchester City Siap Korbankan Ruben Dias Demi Alessandro BastoniVan Bommel Bongkar Cara Belgia Hancurkan Italia di Olimpico: Kuncinya adalah Menyerang
Namun, perjalanan klub kemudian mengalami pasang surut. Milan hanya finis di posisi kelima Serie A pada 2026 dan gagal lolos ke Liga Champions musim berikutnya.
Untuk membangun kembali skuad, Milan kemudian menggelontorkan investasi transfer sekitar €150 juta pada 2026 dan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih.
Bagi Rivera, perubahan tersebut menjadi bagian dari alasan mengapa ia merasa Milan yang sekarang berbeda dengan klub yang dulu begitu dekat dengannya.
Dalam kesempatan yang sama, Rivera juga mengenang dua nama besar sepak bola Italia, Franco Baresi dan Sandro Mazzola.
Mengenai Baresi, Rivera mengenang perjalanan panjang mantan kapten Milan tersebut sejak masih sangat muda.
“Kenangan tentang Franco? Seluruh hidupnya. Ketika datang ke Milan, dia sedikit lebih muda daripada saya. Dia sangat hebat di posisinya, terutama karena sejak usia sangat muda sudah bermain sebagai libero, posisi yang tidak mudah untuk pemain seusianya,” kenang Rivera.
