RADARTASIK.ID – Stefano Eranio memberikan saran kepada Rúben Amorim terkait penggunaan Luka Modrić di lini tengah AC Milan.
Menurut mantan gelandang Rossoneri itu, sang pelatih perlu menyederhanakan peran Modrić, terutama ketika Milan menghadapi pertandingan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
Eranio menyampaikan pandangannya saat diwawancarai MilanNews untuk membahas perkembangan Milan di bawah Amorim yang sudah mengoleksi 11 poin dari 15 yang tersedia di Liga Italia Serie A.
Baca Juga:Gianni Rivera: Saya Tak Lagi Mengikuti AC Milan Sejak Dibeli Orang AmerikaLautaro Martinez Setuju Gabung Barcelona, Syaratnya Tak Ada Konflik dengan Inter
“Menurut saya, ini adalah perjalanan yang dimulai bersama Amorim. Dia pelatih baru yang masih harus memahami seperti apa Liga Italia dan seperti apa timnya, karena banyak perubahan yang terjadi,” kata Eranio.
Ia menilai perolehan poin Milan sejauh ini cukup positif. Kemenangan 3-0 atas Lecce pada pertandingan terakhir juga menunjukkan perkembangan permainan tim.
“Saya pikir itu adalah hasil yang sangat baik. Apalagi melihat bagaimana pertandingan terakhir dimainkan, meski lawan memang bukan salah satu tim terbaik. Tetapi di Liga Italia, Anda harus memenangkan pertandingan melawan tim yang sedikit lebih lemah sekalipun,” ujarnya.
“Bahkan mungkin kualitas Milan-lah yang membuat Lecce terlihat semakin kecil,” lanjutnya.
Eranio kemudian menyoroti perkembangan sejumlah pemain Milan, termasuk Adrien Rabiot dan Modrić.
Menurutnya, Rabiot mulai menunjukkan performa yang lebih mendekati level terbaiknya.
“Saya melihat tim yang berkembang, termasuk para pemainnya. Rabiot adalah pemain penting. Dalam beberapa pertandingan awal, saya tidak terlalu melihatnya tampil baik, tetapi pada pertandingan terakhir saya melihat Rabiot yang seperti biasanya,” ulas Eranio.
Untuk Modrić, Eranio justru menyarankan Amorim tidak terlalu membebani sang maestro Kroasia dengan tuntutan fisik.
Baca Juga:Ronaldo Duduk Manis di Bangku Cadangan, Portugal Kalahkan Norwegia 2-1Sandro Tonali: Italia Tak Lagi Punya Pemain Bintang yang Bisa Ubah Pertandingan dalam 10 Detik
“Orang-orang mengatakan Modrić sedang kesulitan. Saya selalu mempertahankan seorang juara di tempatnya. Bahkan, dalam pertandingan yang sedikit lebih sulit, saya akan mencoba membuat perannya lebih sederhana, karena bermain dengan dua gelandang mungkin bukan sistem yang cocok untuknya,” tuturnya.
Di usia 41 tahun, Modrić memang tidak lagi dituntut bermain sebagai gelandang box-to-box yang harus terus bergerak dari kotak penalti ke kotak penalti.
