Eranio Sarankan Amorim Sederhanakan Peran Luka Modric: Dia Tak Cocok Bermain dengan Dua Gelandang

Luka Modric
Luka Modric Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

Dalam sistem tiga bek Amorim, pengalaman, visi, serta kemampuan mengatur tempo menjadi aset utama Modrić.

Perannya lebih efektif ketika ia mendapat ruang untuk mengendalikan permainan, mencari celah melalui umpan-umpan kreatif, dan menghadapi pertahanan rapat.

Untuk menopang tugas tersebut, keberadaan Rabiot menjadi penting karena memberikan kekuatan fisik serta perlindungan di lini tengah.

Baca Juga:Gianni Rivera: Saya Tak Lagi Mengikuti AC Milan Sejak Dibeli Orang AmerikaLautaro Martinez Setuju Gabung Barcelona, Syaratnya Tak Ada Konflik dengan Inter

Eranio melihat Amorim memiliki sejumlah pemain yang dapat membantu menutup kekurangan fisik Modrić.

Ia mencontohkan Alexis Saelemaekers dan Samuel Chukwueze yang mampu menjalankan tugas di kedua fase permainan.

“Kalau Anda menempatkan banyak pemain seperti Saelemaekers, yang memang dipasang lebih ke depan, dia sebenarnya seorang gelandang yang mampu menjalankan kedua fase permainan,” jelas Eranio.

“Chukwueze juga melakukan pengorbanan besar. Dengan begitu, Modrić menjadi tidak terlalu kesulitan,” bebernya.

Menurut Eranio, kemampuan para pemain Milan untuk bekerja ketika kehilangan bola dapat membuat Modrić lebih terlindungi.

Amorim tidak harus mengubah karakter sang legenda, melainkan membangun struktur tim yang memungkinkan Modrić menggunakan kekuatannya secara maksimal.

“Amorim memiliki pemain-pemain yang menurut saya bisa diadaptasi untuk membantu dalam fase tanpa penguasaan bola, sehingga mereka dapat membantu pemain yang usia biologisnya sudah lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga:Ronaldo Duduk Manis di Bangku Cadangan, Portugal Kalahkan Norwegia 2-1Sandro Tonali: Italia Tak Lagi Punya Pemain Bintang yang Bisa Ubah Pertandingan dalam 10 Detik

Eranio juga menyinggung awal perjalanan Milan di Liga Europa yang belum berjalan mulus. Rossoneri mengawali kiprahnya di kompetisi Eropa dengan kekalahan dari Benfica.

Ia mengakui Milan menghadapi persaingan yang lebih berat di level Eropa. Meski begitu, menurutnya, Rossoneri tetap menjadi tim yang bisa membuat lawan waspada.

“Ada beberapa tim yang jelas lebih siap. Tetapi Milan tetap selalu membuat lawan takut,” ujar Eranio.

Ia menilai Milan tidak boleh terlalu banyak melakukan eksperimen dalam pertandingan Eropa jika ingin menjaga performa.

“Kalau Anda melakukan eksperimen seperti ketika melawan Benfica, Anda berisiko membuat diri sendiri malu. Sebaliknya, jika bermain lebih aman, bukan berarti Anda pasti menang, tetapi setidaknya Anda bisa menampilkan performa yang baik,” katanya.

“Tim-tim lain juga bisa merasa takut menghadapi Milan,” pungkasnya.

0 Komentar