Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya Bidik 1.000 Anggota Baru, ini Alasannya

Perisai Diri Kota Tasikmalaya
UKT ke-80 Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya di SMKN 3, Minggu (26/7/2026). Istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah derasnya arus budaya luar, pencak silat diminta tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi tetap menjadi identitas bangsa yang hidup di tengah generasi muda.

Pesan itu mengemuka dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) ke-80 Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya di SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai pencak silat harus terus dipertahankan sebagai warisan budaya Indonesia.

Baca Juga:Asep Ramdan Terpilih Aklamasi Pimpin GP Ansor Bungursari, Usung Semangat Satu Barisan Satu PengabdianHoaks Gerus Akhlak Digital, GMNU Kota Tasikmalaya Serukan Generasi Muda Tak Jadi Korban Opini Sesat

Menurutnya, masyarakat boleh mengagumi seni bela diri dari luar negeri, namun jangan sampai melupakan jati diri bangsa.

“Perisai Diri pada dasarnya adalah pencak silat. Itu warisan luhur budaya bangsa kita. Kita boleh bangga dengan bela diri dari luar, tetapi jangan sampai melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujar Diky.

Kehadiran Diky disambut pengurus, pembina, dan ratusan peserta UKT.

Ia juga menyaksikan berbagai demonstrasi kemampuan atlet Perisai Diri, mulai dari permainan senjata toya, kipas, payung, dua pedang, jurus tangan kosong, teknik gerak kehewanan hingga atraksi pematahan benda keras.

Menurut Diky, kekuatan Perisai Diri bukan hanya terletak pada kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan karakter.

Ia mengapresiasi pendekatan organisasi yang mampu masuk ke lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Perisai Diri mengajarkan fisik, seni bela diri, pengetahuan, sekaligus etika. Bahaya kalau seorang jawara tidak dibekali ilmu pengetahuan dan adab,” katanya.

Ia juga menyoroti kuatnya nilai spiritual yang ditanamkan dalam pembinaan Perisai Diri.

Baca Juga:SPA Sampah Dadaha Ditutup Permanen! Bau Sampah Jadi Alarm Buruk Tata Kelola Kawasan Ikon Kota TasikmalayaHMI Cabang Tasikmalaya Kembali Bergejolak! Didemo Kader, Regenerasi Diduga Mandek

Filosofi ketenangan yang diajarkan, kata dia, menjadi bekal penting bagi generasi muda agar memiliki kepercayaan diri sekaligus tetap mencintai budaya bangsa.

Sementara itu, Ketua Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya Gungun Anantaguna mengatakan UKT periode ke-80 diikuti 236 peserta dari berbagai tingkatan. Kegiatan evaluasi telah berlangsung sejak Sabtu (25/7/2026) malam hingga Minggu pagi.

Selain UKT, Perisai Diri menggelar sarasehan yang dihadiri pembina ekstrakurikuler, guru, dan ketua OSIS dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya.

Forum tersebut membahas evaluasi sekaligus strategi pengembangan pembinaan silat di lingkungan pendidikan.

0 Komentar