TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penutupan permanen Stasiun Penampungan Antara (SPA) Sampah Dadaha menjadi langkah darurat Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menjawab persoalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga.
Aroma menyengat dari tumpukan sampah dinilai bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi cermin buruk tata kelola kawasan olahraga dan ruang publik kebanggaan kota.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat memimpin apel sekaligus meninjau langsung eks SPA Dadaha, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Viman, penataan kawasan Dadaha tidak bisa dilakukan setengah hati.
Baca Juga:HMI Cabang Tasikmalaya Kembali Bergejolak! Didemo Kader, Regenerasi Diduga MandekPengangguran Masih Tinggi, Pemkot Tasikmalaya Kirim Delapan Pencari Kerja ke Jepang
Setelah insiden dentuman yang sempat terjadi di kawasan tersebut, Pemkot memilih melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penataan pedagang kaki lima, parkir, ruang terbuka hijau hingga menutup permanen lokasi penampungan sampah.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya Kepala UPTD Dadaha, tetapi kelurahan, kecamatan sampai seluruh dinas. Hari ini saya minta Damkar membersihkan lokasi SPA, kemudian disemprot eco enzyme supaya bau tidak lagi mengganggu warga,” ujar Viman.
Ia mengaku keluhan soal bau sampah selalu menjadi ganjalan saat berdialog dengan masyarakat maupun pelaku usaha yang berada di sekitar kawasan Dadaha.
Menurutnya, sebaik apa pun konsep pembangunan yang ditawarkan pemerintah akan sulit mendapat respons positif apabila persoalan mendasar seperti bau sampah masih menghantui kawasan tersebut.
“Bayangkan setiap pagi membuka pintu rumah yang tercium justru bau sampah. Itu yang dirasakan warga. Bagaimana kita mau bicara pembangunan kalau persoalan seperti ini belum selesai,” katanya.
Viman menilai kawasan Dadaha harus kembali menjadi ruang publik yang nyaman, bersih, sekaligus mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap wajah Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Sandi Lesmana memastikan SPA Dadaha resmi ditutup permanen sejak 22 Juli 2026.
Baca Juga:Program KEJAR Sumedang Cetak 4.761 Rekening Pelajar, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sejak DiniJNE Content Competition 2026 Catat 5.273 Karya, Kompetisi Kreatif Anak Bangsa Makin Kompetitif
Keputusan itu diambil karena kawasan tersebut sudah tidak lagi layak menjadi lokasi penampungan sampah di tengah meningkatnya aspirasi masyarakat yang menginginkan Dadaha kembali bersih dan nyaman.
“Alhamdulillah per 22 Juli kita tutup permanen untuk titik kota. Mudah-mudahan ini bisa mengantisipasi berbagai persoalan teknis sekaligus meningkatkan kenyamanan kawasan publik,” tutur Sandi.
