TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Seorang siswa SMA di Tasikmalaya diduga mengalami penganiayaan dan perundungan oleh puluhan orang di sebuah warung di Sukanagara Kecamatan Cibeureum, Jumat (26/9/2026). Orang tuanya pun melaporkan hal tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota.
Hal itu bermula sekitar pukul 12.30 WIB, saat itu korban menghubungi ibunya dan menceritakan bahwa dia disuruh oleh terlapor untuk datang ke warung yang menjadi tempat tongkrongan para siswa.
Sang ibu khawatir anaknya mendapat masalah serius, terlebih sampai pukul 16.00 WIB tak kunjung ada kabar. Dia pun mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus menjemput sang anak.
Baca Juga:Digitalisasi Parkir Tepi Jalan di Kota Tasikmalaya Terhambat Sinyal dan Jukir LiarTim Penataan Dadaha Tasikmalaya Berjalan Tanpa Pimpinan
Dari situlah emosi ibu korban meledak saat mendapati kondisi anaknya yang syok serta wajahnya lebam. Setelah didesak, anaknya mengaku mengalami penganiayaan dan perundungan.
Di lokasi terdapat sekelompok siswa yang sebagian sedang jajan dan merokok.
Setelah sempat meluapkan emosi secara verbal, orang tua korban pun langsung melaporkannya ke Polres Tasikmalaya Kota. Berikut dengan pemeriksaan visum atas luka yang dialami korban.
Ayah Korban, Budi Pardiana menuturkan bahwa anaknya mengalami penganiayaan dari banyak siswa. Sehingga istrinya mengamuk di warung tersebut. “Dipukul dan ditampar bergiliran oleh sekitar 30 orang,” ucapnya.
Pihaknya pun menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota. Berikut melakukan visum sebagai dokumen pendukung laporan. “Sudah bikin laporan dan juga visum,” ucapnya.
Pihaknya berharap laporan tersebut ditindaklanjuti sebagaimana mestinya oleh jajaran Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.(Rangga Jatnika)
